Praktis dan Aman Jadi Alasan Masyarakat Gunakan Qris

0

KBRN, Jakarta : Masyarakat Indonesia khususnya di DKI Jakarta terlihat terus memanfaatkan teknologi untuk mengakses kemudahan layanan dan kepraktisan pada pembayaran digital. Hal ini terlihat dari semakin meningkatnya pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (Qris).

Direktur Ekskutif Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Onny Widjanarko mengungkapkan, pihaknya mencatat sudah 3,7 juta pedagang telah menggunakan Qris. “Paling banyak di sektor kuliner dan pasar,” katanya saat melakukan kunjungan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (11/8/2022).

Diungkapkannya, pengguna Qris paling banyak di Jakarta Selatan. Mungkin, masih tingginya kasus Covid-19 menjadi salah satu alasan yang mendorong masyarakat dan pedagang untuk menggunakan transaksi aman dan nyaman dengan menggunakan pembaran digital.

Selain itu, Onny juga menyinggung tingginya pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta yang mencapai 5,59 persen. Angka itu lebih tinggi dari pertumbuhan nasional yakni 5,44 persen.

DKI Jakarta lanjut Onny, juga berhasil menjaga inflasi yang hanya 3,5 persen. Angka ini berada di bawah inflasi nasional sebesar 4,99 persen.

Ini yang menyebabkan pemerintah secara nasional mencanangkan gerakan pengendalian inflasi pangan. Karena, inflasi pangan sangat penting untuk kalangan menengah kebawah.

“Sekitar 20 persen dari pengeluaran masyarakat itu kebanyakan di pangan. Jadi inflasinya harus terus dijaga,” ujarnya.

Menurut Onny, untuk melihat perkembangan pasar dan harga barang itu menjadi konsen BI Jakarta untuk memonitor arah inflasi.

“Alhamdulillah untuk Jakarta bisa dibawah nasional. Tapi pertumbuhannya diatas nasional,” ujarnya.

Pertumbuhan sekarang ini Indonesia termasuk yang bagus dibandingkan negra lain turun dibawah 3 persen. Indonesia bisa 5,44. Jadi ini juga peluang. Dan peluang ada dua ditengah-tengah ketidakpastian harga komoditas harga pangan yang menarik dan meningkatkan suku bunga ada peluang yang dapat kita genjot di Indonesia. (Bayu)