Suara Karya

Presiden Habibie Berjasa Lahirkan UU Zakat

Jakarta (Suara Karya): Direktur Utama Badan Amil Zakat Nasional Arifin Purwakananta menyatakan, BJ Habibie sebagai presiden pertama yang memasukkan zakat sebagai bagian penting dalam berbangsa dan bernegara. Sehingga, di masa pemerintahan yang dipimpinnya zakat kemudian diatur oleh negara.

“Mungkin sering luput dari pembahasan media jika Habibie adalah presiden yang mengesahkan UU Zakat No 38/99,” kata Arifin kepada wartawan di Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Dikatakan Arifin, UU yang ditandatangani Habibie juga melahirkan Baznas sebagai sebuah lembaga zakat yang dikelola negara dan mengukuhkan lembaga amil zakat (LAZ) sebagai gerakan masyarakat dalam pengelolaan zakat.

“Keberadaan Baznas sebuah pengelolaan zakat oleh negara menjadi cita cita yang diimpikan para aktivis gerakan zakat saat itu,” kata dia.

Baznas, kata dia, sebagai produk UU Zakat yang ditorehkan Habibie terus membangun diri memberikan pelayanan terbaik.

“Saya yakini dengan bantuan dan gairah yang sama dengan kelahiran gerakan zakat, Baznas akan mampu mewujudkan cita-cita para penggagas gerakan zakat dan mimpi Presiden BJ Habibie membangun tatanan zakat sebagai sebuah kekuatan umat,” kata dia.

Untuk itu, Arifin mengatakan sebagai penghargaan kepada Presiden BJ Habibie agar ada Hari Zakat Nasional pada 23 September sesuai waktu UU Zakat 38/1999 disahkan pada tanggal yang sama pada tahun 1999.

“Saya dengan kerendahan hati mengusulkan agar 23 September dipakai sebagai momentum Hari Zakat Nasional,” kata dia.

Dia berdoa agar Habibie diampuni dosanya dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah.

“Semoga Allah mengampuni dan memberikan balasan yang berlipat ganda kepada almarhum Bapak BJ Habibie. Semoga menjadi inspirasi bagi kita yang muda muda untuk terus mengembangkan gerakan zakat di Indonesia. Lahul Fatihah,” katanya.

Habibie, kata dia, juga dikenal sebagai pendorong lahirnya tiga serangkai penghela dakwah umat di masanya yaitu Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Bank Muamalat dan HU Republika yang kemudian melahirkan Dompet Dhuafa sebagai cikal bakal gerakan zakat modern di Indonesia. (Andara Yuni)

Related posts