Presiden Minta Kemdikbud Perbanyak Guru Produktif

0
(suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

DEPOK (Suara Karya): Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk memperbanyak pengadaan guru produktif. Hal itu merupakan bagian dari rencana pemerintah dalam meningkatkan   sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

“Guru-guru terampil nantinya harus lebih banyak dari guru normatif,” kata Presiden Jokowi saat membuka Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2019 di Sawangan, Depok, Selasa (12/2).

Dalam kesempatan itu, Jokowi didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. Hadir pula Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo serta Menteri Desa Transmigrasi dan Daerah Tertinggal, Eko Putro Sandjojo.

Jokowi juga menyinggung urusan guru, karena pemerintah mulai tahun ini akan fokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM). Penguatan SDM merupakan kunci untuk bersaing dengan negara lain.

“Bila kita bisa meningkatkan kapasitas SDM melebihi level negara tetangga, tak mustahil Indonesia bisa memenangkan persaingan,” ucapnya.

Jokowi menjelaskan, pemerintah dalam 4 tahun terakhir sibuk menggenjot pembangunan infrastruktur di seluruh negeri, mulai dari jalan antar kota, tol, bandara,  jembatan dan fasilitas umum lainnya. Karena disadari, keberhasilan infrastruktur itu tidak akan memberi dampak pada kemajuan Indonesia, jika tidak didukung SDM yang mumpuni.

“Pembangunan infrastruktur aka mulai kita kurangi, tetapi pembangunan SDM kita naikkan. Tak hanya di pendidikam formal, tetapi juga pendidikan di masyarakat dalam bentuk pelatihan, termasuk pelatihan di pondok pesantren akan diperbanyak,” tuturnya.

Khusus untuk para guru, Jokowi berpesan agar mengenalkan revolusi industri 4.0 kepada peserta didik. Pelajar harus mempelajari digitalisasi, artificial inteligen, internet of things, advance robotik dan crypto currency virtual reality.

“Teknologi terkini harus dikenalkan. Kalau kita bisa melakukan lompatan, apalagi melebihi negara lain. Ini tantangan bagi kita semua,” kata Jokowi. (Tri Wahyuni)