Prestasi Meroket, 31 Siswa SMAN 46 Diterima PTN Jalur Undangan

0

JAKARTA (Suara Karya): Wakil Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 46 Jakartq, Mariyana Sipayung mengaku bangga ada 31 siswanya diterima masuk perguruan tinggi negeri (PTN) lewat jalur undangan. Selain itu, ada tiga siswa berhasil meraih nilai sempurna 100 pada ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

“Kami senang sekali, karena kerja keras para guru terbayar lewat prestasi siswa. Tahun ini ada 31 siswa diterima PTN dan 3 siswa raih nilai 100 pada UNBK,” kata Mariyana usai acara pelepasan dan apresiasi 324 siswa kelas XII SMAN 46, di Jakarta, Minggu (19/5/2019).

Mariyana menjelaskan, siswa SMAN 46 yang diterima jalur undangan pada tahun-tahun sebelumnya tak lebih dari 20 orang. Namun, tahun ini jumlah siswa diterima di PTN ada 31 dari total 324 siswa. Diterima lebih banyak, karena mereka mau dengar anjuran dari guru pembimbing akademik.

“Artinya siswa tahun ini lebih banyak yang tahu diri. Memilih program studi (prodi) dan kampusnya harus sesuai dengan nilai yang dimiliki. Bukan untuk terlihat keren. Ada guru pembimbing khusus untuk siswa kelas XII agar bisa lolos jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk PTN) atau dikenal jalur undangan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Mariyana, siswa diingatkan untuk terus berprestasi jika ingin tembus PTN. Nilai per semester harus merangkak naik. “Ada beberapa siswa yang ikut bimbingan belajar (bimbel) sepulang sekolah. Kalau tidak, undang bimbel ke sekolah di semester 6 untuk penguatan,” tuturnya.

Tentang 3 siswa yang meraih nilai 100 pada UNBK 2019, Mariyana menyebut, ada 2 siswa untuk mata pelajaran bahasa Inggris yaitu Faizal Ramadhan Samudra dan Radifan Adli Febrian. Dan 1 orang untuk mata pelajaran Kimia, yaitu Nico Andreas.

Pada kesempatan yang sama, Nico Andreas mengaku sangat suka mata pelajaran kimia saat duduk di bangku kelas 2 SMA. Entah kenapa, anak dari pasangan Waldemar Marbun dan
Desmery Artati merasa kimia itu mata pelajaran yang penuh misteri, namun selalu ada jawabannya lewat rumus-rumus.

“Saat duduk di kelas 2, saya tiba-tiba bisa memahami rumus kimia. Semakin lama, kimia semakin menarik,” kata anak dari pasangan Waldemar Marbun dan Desmery Artati itu.

Nico saat ini telah diterima di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) untuk prodi kimia murni lewat jalur undangan. Ia berharap saat dewasa dapat meraih cita-cita sebagai ahli forensik. “Sepertinya seru sekali mengungkap pelaku kejahatan dengan menggunalan analisa kimia dari bukti-bukti yang ditemukan di lapangan,” kata anak kedua dari tiga bersaudara itu menandaskan. (Tri Wahyuni)