Produk Penjaminan Mikro dan Konstruksi Jadikan Bisnis JamSyar Tumbuh Fantastis

0

JAKARTA (Suara Karya): Produk Penjaminan Mikro serta Penjaminan Konstruksi dan Pengadaan Barang/Jasa, rupanya menjadi primadona yang menjadikan bisnis PT Penjaminan Jamkrindo Syariah (JamSyar) tahun 2021 mengalami pertumbuhan yang fantastis. Dua produk bisnis ini, disebut menyumbang lebih dari 70 persen dari total laba perusahaan di tahun 2021.

Namun demikian, secara total JamSyar mencatatkan kinerja istimewa dan berhasil membukukan laba sebelum pajak (EBT) sebesar Rp. 206,74 miliar, naik 417,9796 dari EBT tahun 2020 sebesar Rp. 49,47 miliar.

Direktur Utama JamSyar Gatot Suprabowo mengatakan, berdasarkan laporan keuangan audited, total asset Jamsyar mengalami kenaikan menjadi Rp. 2,45 triliun atau 1564 dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp1,57 triliun. Total ekuitas JamSyar pada tahun yang sama juga mengalami kenaikan menjadi Rp. 977 miliar atau 149,584 dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp. 653,19 miliar.

Hasil laporan keuangan yang telah selesai diaudit secara transparan dan independen oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis, dan Rekan (Firma anggota jaringan global PwC) yang di-release pada tanggal 22 April 2022 dengan opini “Wajar tanpa Modifikasian”.

“Berdasarkan laporan keuangan audited, total asset JamSyar mengalami kenaikan menjadi Rp. 2,45 triliun atau 1564 dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp1,57 triliun. Total ekuitas JamSyar pada tahun yang sama juga mengalami kenaikan menjadi Rp. 977 miliar atau 149,584 dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp. 653,19 miliar,” kata Gatot di Jakarta, Senin (25/4/2022).

Diungkapkannya, sisi bisnis penjaminan mengalami kenaikan yang istimewa, total volume penjaminan selama tahun 2021 menjadi Rp. 55,08 triliun atau sebesar 17056 dibandingkan dengan tahun 2020 sebesar Rp 32,40 triliun.

Selanjutnya YK on Kafalah pada tahun 2021 meningkat menjadi Rp. 959,28 miliar atau sebesar 191,749 dibandingkan dengan tahun 2020 sebesar Rp. 500,29 miliar. Dari jumlah terjamin selama tahun 2021, JamSyar telah menjamin 1.493.633 terjamin atau 205,704 dari tahun 2020 sebanyak 726.131 terjamin.

Dengan ekspansi yang luar biasa tersebut lanjut Gatot, perusahaan tetap menjaga kondisi keuangan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari rasio likuiditas Jamsyar di tahun tersebut adalah sebesar 192,3796.

Rasio likuiditas tersebut, sesuai dengan POJK mengenai Tingkat Kesehatan Keuangan Lembaga Penjamin termasuk dalam kategori 1 atau Sangat Sehat. Parameter Kesehatan Keuangan lainnya adalah Gearing Ratio.

Gearing Ratio Total Jamsyar pada akhir tahun tersebut adalah sebesar 27,43 kali atau berada dalam kategori Sangat Sehat. Adapun maksimal Gearing Ratio Total adalah sebesar 40 kali. Dengan demikian, JamSyar masih mempunyai kelonggaran untuk melakukan ekspansi bisnis Penjaminan pada tahun-tahun mendatang.

Menurut Gatot, pertumbuhan fantastis tersebut tidak lepas dari kebijakan perusahaan untuk melakukan proses bisnis dengan prudent untuk menjaga kinerja berkelanjutan. Selama pandemi, beban klaim tercatat masih terkendali, hal ini dibuktikan dengan rasio klaim selama tahun 2021 sebesar 18,559.

Untuk cadangan klaim tahun 2021 JamSyar mencadangkan Rp303,76 miliar atau naik sebesar 199,914 dari tahun 2020 senilai Rp151,95 miliar “Peningkatan cadangan klaim ini merupakan strategi perusahan untuk menjaga sustainability perusahaan dengan pencadangan yang kuat,”ujar Gatot Suprabowo.

Laporan keuangan yang telah diaudit oleh PwC dengan opini “Wajar tanpa Modifikasian” tersebut mencerminkan tata kelola perusahaan yang baik dan menjadi pondasi yang kuat bagi perusahaan untuk menghasilkan kinerja positif pada tahun — tahun berikutnya.

Selain pertumbuhan bisnis perusahaan yang terus tumbuh positif dan Istimewa, JamSyar juga turut mendukung berbagai program Pemerintah dalam peningkatan perekonomian Nasional. Bukti dukungan JamSyar tersebut dapat dilihat dari keikutsertaan perusahaan dalam memberikan penjaminan kepada pelaku usaha yang terdampak pandemi melalui produk Penjaminan Pembiayaan Modal Kerja Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan produk penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR iB) yang bekerjasama dengan mitra-mitra Bank Syariah yang ditunjuk oleh Pemerintah.

“InsyaAllah lelah dan upaya perjuangan kita akan mendapatkan Ridha Allah SWT,” ungkap Gatot.

Gatot yakin bahwa pencapaian ini tak lepas dari Teknologi Informasi (TI) yang unggul serta penguatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang mendukung ekspansi usaha maupun peningkatan pertumbuhan bisnis yang profitable dan sustainable.

Tahun 2022 menjadi momen yang ditapaki Jamsyar dengan penuh percaya diri dengan pondasi kompetensi, loyalitas dan integritas untuk terus Secure, Survive, Sustain di masa masa yang akan datang.

JamSyar merupakan perusahaan penjaminan syariah terbesar di Indonesia. Sebagai perusahaan penjaminan, selain produk program tersebut, Jamsyar menjamin Pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pemilikan Perumahan untuk mendukung program Kementerian PUPR.

JamSyar juga memiliki berbagai produk penjaminan non program. Adapun produk penjaminan non program yang dimiliki JamSyar adalah produk Kontra Bank Garansi (KBG), Surety Bond, Customs Bond, Penjaminan Pembiayaan Multiguna, Penjaminan Pembiayaan Umum, Penjaminan Pembiayaan Mikro, Penjamina Pembiayaan Konstruksi dan Pengadaan Barang/Jasa, Penjaminan Supply Chain Financing (SCF), serta Penjaminan Distribusi Barang. (Bayu)