Produsen  Migas Diwajibkan Pasok Kebutuhan Rumah Tangga

0
suarakarya.co.id/Istimewa

JAKARTA (Suara Karya): Pemerintah wajibkan produsen minyak dan gas bumi (migas) memasok produknya untuk kebutuhan rumah tangga. Peraturan ini berlaku setelah diterbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2019.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM. Alimuddin Baso mengatakan, sebelum diterbitkannya Perpres tersebut masih ada produsen migas atau Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) yang enggan memasok gas ke jaringan gas rumah tangga.

Dengan adanya Perpres tentang penyediaan dan pendistribusian gas bumi melalui jaringan transmisi dan distribusi gas bumi untuk rumah tangga dan pelanggan kecil, maka ada keharusan bagi KKKS memasok gas ke jaringan gas rumah tangga, yang ada di dekat wilayah operasi.

“Kan masih ada KKKS nggak mau, kalau sekarang mandatori,” kata Alimuddin, diJakarta, Kamis (7/2/2019).

Menurut Alimuddin, sektor rumah tangga dan usaha kecil akan mendapat prioritas pasokan gas, dari pipa gas yang berasal dari sumur gas yang dioperatori KKKS.

“Di manapun kalau ada pipa ibaratnya mau dicolokin ya colok aja, nanti kan harga khusus USD 4,72 per MMBTU,” ujarnya.

Kewajiban tersebut tercantum dalam Pasal 9 Ayat 2, yaitu Kontraktor wajib mengalokasikan bagian produksi gas bumi dari wilayah kerjanya, untuk keperluan penyediaan dan pendistribusian gas bumi, melalui Jargas untuk memenuhi alokasi dan pemanfaatan gas bumi yang ditetapkan oleh Menteri.

Alimuddin mengungkapkan, pasokan gas untuk jaringan rumah tanggan terbilang kecil yaitu sebesar 0,1 sampai 02 MMsCFD. Dia pun menginginkan produsen gas besar memberikan secara cuma-cuma melalui program tanggung jawab sosial.

“Pemanfaatan jargas kan gas nggak seberapa, cuma 0,1-0,2 MMSCFD, makanya karena jumlahnya kecil sebenarnya kalau mau dilihat lebih jauh nih kalau KKKS yang produksi gede-gede kan kaya CSR saja,” tandasnya. (Pramuji)