Program Bangkit Kian Diminati, 44 Persen Lulusan Langsung Dapat Kerja!

0

JAKARTA (Suara Karya): Program Bangkit yang digagas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) bersama perusahaan Unicorn seperti Google, Go To dan Traveloka semakin diminati mahasiswa. Tahun ini, program tersebut menerima peserta hingga 3.100 orang.

“Kuota peserta tahun ini kami naikkan 100 orang, akibat tingginya minat mahasiswa terhadap Program Bangkit,” kata Head of Brand Marketing Google Indonesia, Muriel Makarim dalam keterangan pers terkait Program Bangkit 2022 secara daring, Senin (14/2/22).

Hadir dalam kesempatan itu, Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Dirjen Diktiristek), Kemdikbudristek Nizam, Plt Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Diktiristek, Kiki Yuliati dan beberapa lulusan Program Bangkit 2021.

Muriel menjelaskan, kelas Bangkit 2022 resmi dimulai hari ini, Senin (14/2/22). Ada 3.100 mahasiswa yang lolos seleksi dari 63.000 pendaftar. Mereka akan
mengikuti program pelatihan digital selama 6 bulan ke depan.

“Untuk 15 tim peserta terbaik, nantinya akan diikutkan dalam inkubasi proyek menuju startup yang dimulai pertengahan tahun hingga Desember 2022,” tuturnya.

Ditambahkan, tahun ini ada peningkatan jumlah pendaftar sebesar 60 persen dibanding tahun lalu. Dari 3.100 mahasiswa yang lolos, ada 26 persen di antaranya perempuan. Mayoritas peserta berasal dari kota kecil dan menengah. Partisipasi peserta dari kota kecil (tier 3) juga meningkat 63 persen.

Data Google menunjukkan, makin banyak perguruan tinggi yang mahasiswanya ikut Program Bangkit. Semula 251 kampus, kini menjadi 284 kampus. Keikutsertaan perguruan tinggi dari luar pulau Jawa pun naik 30 persen.

Kenaikan peserta Bangkit mendapat apresiasi dari Plt Dirjen Diktiristek, Nizam. Ia optimis atas pelaksanaan Program Bangkit 2022. Karena, lebih dari 2.500 lulusan Bangkit telah berkarya di berbagai bidang pekerjaan.

“Program Bangkit ini benar-benar lengkap, mulai dari teori, kemudian dimentori dari kalangan profesional, baik dari industri maupun perguruan tinggi. Di akhir kelas juga ada proyek yang dilakukan secara konkret atau nyata,” ucap Nizam.

Dan yang tak kalah menarik, menurut Nizam, bagi 15 karya terbaik akan diinisiasi menjadi startup dengan pendanaan bersama antara Google dan Kedaireka. Pada 2021 lalu, 15 tim terbaik telah dipilih 7 tim untuk dapat pendanaan masing-masing sebesar 15 ribu dolar dari Google dan 15 ribu dolar dari Kedaireka.

“Semoga Program Bangkit tahun ini menghasilkan lebih banyak lulusan, lebih banyak lagi sertifikasi global dan pekerjaan yang diraih,” tuturnya.

Nizam berharap, proyek inkubasi yang sedang dikembangkan akan membawa dampak yang lebih luas lagi untuk dunia pendidikan tinggi dan ekosistem digital di Indonesia.

Hal senada dikemukakan Plt Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kiki Yuliati. Katanya, kementerian berusaha semaksimal mungkin untuk memfasilitasi anak bangsa, mengembangkan minat, potensi dan bakatnya melalui program Kampus Merdeka.

Ia pun mengapresiasi Google sebagai mitra kementerian yang ikut mendidik anak bangsa melalui Program Bangkit, sehingga tercipta anak-anak bangsa yang unggul sebagai calon pemimpin masa depan.

Muriel Makarim menambahkan, perbedaan signifikan dari peserta Bangkit yang tidak ditemukan pada program lain adalah daya juang dan kegigihannya. Lulusan Bangkit memiliki kemampuan yang mumpuni untuk berkarier di perusahaan kelas dunia maupun startup Indonesia.”

Peserta Bangkit 2022 akan menempuh 900 jam pembelajaran untuk menguasai kurikulum ‘Machine Learning’, ‘Mobile Development’ dan ‘Cloud Computing’ yang komprehensif. Sehingga mereka siap mengikuti ujian sertifikasi Google.

“Menariknya, 1 dari 3 peserta ‘Machine Learning’ adalah perempuan,” ungkap Muriel.

Tak hanya keterampilan di bidang teknologi, peserta Bangkit juga belajar ‘soft skills’ dan bahasa Inggris guna mendukung kebutuhan profesi mereka. Di akhir program, peserta yang lulus dapat token untuk ujian sertifikasi global dari Google dan kesempatan kerja dari Bangkit Career Fair.

“Tahun lalu, dari 2.250 lulusan Bangkit yang ikut ujian Google ada 67 persen yang berhasil mendapat sertifikasi.
Sebanyak 44 persen lulusan Bangkit juga langsung mendapat pekerjaan setelah selesai program.

“Dari lulusan Bangkit yang telah bekerja, 87 persen mengaku Program Bangkit membantu mereka dalam meraih karier,” ucap Muriel.

Semua manfaat dalam program Bangkit akan diberikan kepada peserta terpilih secara gratis. Mahasiswa yang duduk di semester 5 ke atas dapat mendaftar program Bangkit melalui platform Kampus Merdeka.

‘Mahasiswa yang sudah diterima, dapat pengakuan kredit semester yang angkanya disesuaikan dengan perguruan tinggi masing-masing,” ujarnya.

Ditanya peserta Bangkit 2021 yang drop out, Muriel menyebut jumlahnya tak banyak. Mereka tak bisa lanjut program karena punya kesibukan lain yang dinilai sama penting. “Mereka yang drop out umumnya tak bisa bagi waktu. Karena pelatihan di Bangkit itu harus full time dan serius. Jika tidak akan berhenti di tengah jalan,” ungkapnya.

Syifa Nur Aini, salah satu lulusan Bangkit 2021 berbagi inspirasi. Syifa mengaku dari keluarga kurang mampu secara ekonomi, namun tak putus asa. Setiap hari ini mencari uang dengan menjadi ojek online disela waktu kuliahnya.

Ia mengaku beruntung terpilih sebagai peserta Bangkit 2021 bidang machine learning. Setelah belajar selama 900 jam, kemampuannya makin terasah hingga dapat sertifikat Tensorflow Developer. Ia juga menjadi lebih percaya diri setelah mendapat pembelajaran softskills.

“Setelah lulus dari Bangkit, saya langsung diterima kerja sebagai IT Manager di PT Trapo Indonesia. Saya senang sekali bisa mendapat pekerjaan sesuai cita-cita di bidang IT,” ucap Syifa penuh sukacita. (Tri Wahyuni)