Program Sedekah Sampah, Pilah Sampah Jadi Berkah

0
Pelajar ikuti sedekah sampah.

TANGERANG (Suara Karya): Sejak diluncurkan pada tahun 2017, program sedekah sampah yang dijalankan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang telah berhasil mendorong partisipasi masyarakat untuk menukarkan sampah jenis anorganik untuk dijual dan hasil pendapatannya disumbangkan kepada Baznas.

Bahkan setiap kegiatan acara yang diselenggarakan oleh Pemda maupun pihak lainnya, panitia acara maupun masyarakat secara mandiri memisahkan jenis sampah jenis organik dan anorganik untuk kemudian hasilnya disalurkan melalui program sedekah sampah.

Dinas Lingkungan Hidup pun terus mengkampanyekan dan mensosialisasikan mengenai berbagai program kebersihan kepada masyarakat. Dan salah satunya adalah program sedekah sampah sebagai gerakan masyarakat sesuai tagline Tangerang AYO untuk mewujudkan kebersihan.

Mengusung tema “Sosialisasi Asik Sambil Sedekah Sampah”, Dinas Lingkungan Hidup mengelar kegiatan di sejumlah taman tematik dan saat kegiatan Car Free Day di Tugu Adipura setiap hari Minggu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Engkos Zarkasyi mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengajak partisipasi masyarakat lebih luas lagi. Meningkatnya kunjungan warga ke taman tematik serta saat berolahraga di Car Free Day, menjadi target utama dalam sosialisasi ini.

“Harapan kami, pengunjung di taman bisa ikut serta menjaga kebersihan untuk tidak membuang sampah sembarangan dan juga berpartisipasi dalam program sedekah sampah. Begitu juga dengan saat Car Free Day, sehingga warga lebih memahami program kebersihan yang ada jika sampah jika dikelola akan menjadi berkah,” ujarnya.

Kepala Bidang Kebersihan, Buceu Garitna menambahkan, dalam kegiatan sosialisasi yang dilakukannya tersebut tak hanya pada sekedar pengenalan program sedekah sampah. Tetapi juga dilaksanakan berbagai kegiatan lainnay seperti Recycle Art yakni membuat mainan dari sampah yang didaur ulang, tata cara pembuatan taman hidroponik dari bekas sampah, pembuatan kompos hingga melaksanakan aksi mural.

Kegiatan yang sudah berjalan selama dua bulan tersebut pun berhasil mendorong partisipasi masyarakat. Terbukti, pengunjung taman kini lebih teratur dalam membuang sampah dengan memasukannya ke dalam drop box yang disediakan.

Termasuk juga warga yang berolahraga saat car free day, tertarik untuk menyumbangkan sampahnya dalam program sedekah sampah. Bahkan, Dinas Lingkungan Hidup menyediakan layanan jemput sampah jenis anorganik ke rumah warga.

“Kami intinya mendorong keinginan warga untuk menjaga kebersihan. Mulai dari mengelola sampah menjadi produk bermanfaat hingga disumbangkan dalam program sedekah sampah. Ini semua untuk mewujudkan Kota Tangerang yang bersih, sehat dan hijau,” katanya.

Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah uang yang telah diterima Baznas Kota Tangerang dari hasil penjualan sampah anorganik program sedekah sampah selama periode Januari hingga awal Desember 2018 mencapai Rp14 Juta.

Sementara itu, untuk program layanan jemput sampah maka masyarakat bisa telepon lewat call center di 0811 1631 631 pada jam operasional mulai pukul 08.00 hingga pukul 15.30 langsung. Nantinya akan dilayani dalam pengangkutan sampahnya

Perlu diketahui, jumlah sampah di Kota Tangerang dalam sehari mencapai 1.241 ton dan 930 ton atau setara 3.723 meter kubik sampah terangkut. Sementara itu untuk timbulan sampah per harinya adalah 4.946 meter kubik setiap orangnya.

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah menambahkan, upaya mewujudkan Kota yang bersih harus dimulai dari kesadaran masyarakat untuk tak membuang sampah secara sembarangan.

Oleh karena itu, program kebersihan yang dimasukan ke dalam pelajaran di sekolah melalui program sekolah adiwiyata dan juga pembentukan kampung tematik adalah upaya untuk menekan jumlah pembuangan sampah ke TPA dan juga mendorong warga untuk mengelola sampah yang dihasilkan menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Optimalisasi pengelolaan sampah melalui program seperti Bank Sampah, TPST 3R, Sedekah Sampah, Less Waste Even hingga lainnya adalah program Pemkot untuk mengelola sampah yang tak lagi menjadi masalah tetapi menghasilkan berkah.

Pemkot Tangerang, lanjutnya, juga terus akan mengembangkan program dalam pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan menghasilkan energi baru terbarukan seperti yang tujukan Pemerintah Pusat kepada Pemkot Tangerang.

“Ayo kita jaga kota ini untuk tetap bersih dan tak membuang sampah sembarangan. Jangan jadikan sampah menjadi masalah tetapi berkah,” paparnya. (Bobby MZ)