Progres 98 Tuding Ada Kelompok Pengusung Ideologi Radikal

0

JAKARTA (Suara Karya): Ketua  Progres 98 Faizal Assegaf, meminta kelompok pengusung ideologi radikal tidak larut mengangkat simbol-simbol yang menginjak-injak nurani dengan paham yang sectarian dan memecah belah bangsa.

“Praktik radikalisme ini tidak hanya bisa dilawan dengan pendekatan falsafah teoritis karena banyak negara yang telah menggunakan opsi pendekatan tersebut mengalami kegagalan. Radikalisme hanya bisa dilawan dengan tindakan tegas”, kata Faizal dalam Diskusi Dengan Tema :” Pemilu Damai Tanpa Radikalisme, Intoleransi dan Terorisme”,  yang diselenggarakan Indonesian Public Institute (IPI), Sabtu(16/2/2019) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Sementara itu, di tempat yang sama, pengamat politik yang juga Direktur Indonesian Public Institute (IPI) mengatakan ada dua ancaman besar yang menghimpit Indonesia saat ini, yaitu menguatnya penetrasi radikalisme agama yang datang dari organisasi trans nasional dan hegemoni pasar bebas sebagai wujud kapitalisme global yang siap melakukan penghisapan terhadap bangsa ini.

Kedua kekuatan ideologi tersebut sama-sama berbahaya karena mampu menggerus nasionalisme. Kedua kekuatan tersebut juga berpotensi menumpang demokrasi dalam kontestasi pemilu 2019.

“Oleh karena itu, jangan sampai peserta Pemilu dan pemilihan legislatif (Pileg) melakukan transaksi dengan kelompok pengusung ideologi khilafah. Ada dua hal yang dapat ditransaksikan dalam hal ini, yaitu transaksi uang dan transaksi ruang. Yang dimaksud transaksi ruang, adalah posisi-posisi dalam pemerintahan, ruang untuk mengembangkan bisnis dan ruang untuk menyebarkan ideologi khilafah”, ujar Karyono. (Misqola)