Proses Distribusi Bantuan Kuota Internet Siswa Gunakan Sistem ‘Cut Off’

0
Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Evy Mulyani. (Suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Proses verifikasi dan validasi nomor telepon seluler (ponsel) siswa penerima bantuan kuota data untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ) hingga kini masih berjalan. Data per 15 September 2020 menunjukkan adanya penambahan dari 21,7 juta nomor menjadi 24,7 juta nomor.

“Angkanya memang masih jauh dari jumlah total siswa di Indonesia, yang mencapai 44 juta orang. Tapi prosesnya kan masih berlangsung hingga 2 minggu kedepan,” kata Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Evy Mulyani menjawab pertanyaan wartawan, Selasa (15/9/20).

Ia ditanya hasil pendataan nomor ponsel siswa penerima bantuan kuota internet dari pemerintah yang berakhir pada 11 September lalu. Ternyata, itu batas akhir pendataan tahap pertama. Kemdikbud masih membuka pendataan tahap kedua yang akan berakhir 28 September 2020.

“Jadi proses distribusi kuota data untuk siswa menggunakan sistem cut off. Artinya, data nomor ponsel siswa yang sudah valid dan aktif, maka mereka yang pertama dapat bantuan. Begitupun di tahap kedua, nomor yang valid dan aktif, akan langsung dikirim kuota datanya,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah memberi bantuan kuota data internet untuk siswa, guru, mahasiswa dan dosen untuk pelaksanaan PJJ selama pandemi corona virus disease (covid-19). Setiap siswa akan mendapat kuota data sebesar 35 gigabyte (GB), guru 42 GB, mahasiswa dan dosen sebesar 50 GB.

Bantuan kuota data itu akan berlangsung selama 4 bulan, mulai September hingga Desember 2020 mendatang. Dana yang digelontorkan pemerintah dalam program bantuan kuota data itu mencapai Rp7,2 triliun.

Proses pemutakhiran data nomor ponsel siswa di Dapodik selesai pada 11 September 2020 lalu. Hasilnya, hanya 21,7 juta nomor ponsel siswa yang terdaftar, dari total 44 siswa di Indonesia. Data terkini menunjukkan adanya penambahan sekitar 3 juta nomor ponsel.

Evy menambahkan, proses verifikasi yang dilakukan provider telepon seluler menunjukkan, dari 24,7 juta nomor yang terdaftar, ternyata hanya 57,3 persen dinyatakan sebagai nomor aktif.

“Kami berharap siswa yang nomor ponselnya sudah tidak aktif, dapat segera mendaftarkan nomor baru. Agar proses pembelajaran PJJ dapat terlaksana dengan baik,” ujar Evy.

Untuk jenjang perguruan tinggi, Evy menuturkan, hingga saat ini tercatat ada 5,1 juta nomor ponsel mahasiswa. Padahal jumlah mahasiswa di seluruh Indonesia mencapai sekitar 8 juta orang. Sementara nomor ponsel dosen yang tercatat ada 259 ribu nomor.

“Untuk mahasiswa dan dosen, kini sedang dalam tahap verifikasi dan validasi. Hasilnya belum disebarluaskan,” kata Evy menandaskan. (Tri Wahyuni)