Proses Operasi 25 Jam, Tim Dokter Harkit Berhasil Pisahkan Naifa-Nayyara

0

JAKARTA (Suara Karya): Tim dokter Rumah Bersalin Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita (Harkit) berhasil melakukan operasi pemisahan kembar siam Naifa dan Nayyara. Proses operasi berlangsung selama 25 jam, mulai dari Sabtu (10/4/2021) pagi hingga keesokan harinya.

“Ini merupakan operasi pemisahan yang paling sulit sepanjang kasus kembar siam di RSAB Harapan Kita. Naifa dan Nayyara adalah kembar dempet tulang ekor pertama di Indonesia,” kata Direktur Utama RSAB Harapan Kita, Dr dr Didi Danukusumo SpOG (K) dalam keterangan pers secara daring, Senin (12/3/2021).

Didi menjelaskan, bayi kembar siam jenis conjoined twin atau pygopagus itu secara fisik bersatu di dasar tulang belakang, namun wajah mereka tidak berhadapan satu sama lain.

“Operasi dilakukan sejak Sabtu (10/4/2021) pagi dan baru selesai keesokan harinya. Total waktunya 25 jam. RSAB Harapan Kita sudah 5 kali operasi pemisahan bayi kembar, tetapi ini yang tersulit,” ucapnya.

Kendati terbilang sulit, dokter penanggung jawab pasien, dr Alexandra, SpBA menyebut, secara keseluruhan proses operasi pemisahan berlangsung lancar. Hal itu berkat dukungan dan bantuan dari seluruh pihak yang terlibat sejak persiapan hingga proses operasi selesai.

“Kelainan yang dialami Naifa dan Narraya adalah dempet di daerah tulang ekornya. Pemisahan dengan kondisi semacam ini baru pertama kali dilakukan. Sehingga kasusnya jadi tantangan tersendiri bagi kami,” ujarnya.

Sebagai informasi, Naifa dan Nayyara lahir secara caesar pada 17 November 2019 di RSIA Assalam Cibinong. Dengan kondisi mereka yang kembar dempet bagian tulang belakang, selanjutnya kasus dirujuk ke RSAB Harapan Kita untuk penanganan lebih lanjut.

Hal senada dikemukakan Ketua Tim Kembar Siam, Dr dr Johannes Edy Siswanto, SpA(K). Katanya, pihaknya sejak awal ditemulan, Naifa san Narraya sudah sipantau mulai dari pertumbuhan, perkembangan melalui berbagai pemeriksaan. Data itu dipergunakan untuk persiapan operasi pemisahan.

“Sejumlah persiapan telah dilakukan untuk memastikan kelancaran operasi. Tim juga melakukan pertemuan dan pembahasan kasus secara berkala. Begitu pun pertemuan koordinasi teknis pelaksanaan operasi yang melibatkan seluruh tim baik tim medis dan non-medis,” ujar Johannes.

Pihak kelurga juga mendapat edukasi serta ‘informed consent’ pada Kamis (31/3/2021) di Ruang Sidang RSAB Harapan Kita. Keluarga menyetujui serta memahami hal-hal yang akan dihadapi setelah dilakukan operasi pemisahan.

Pada pelaksanaannya, tim medis yang terlibat dalam proses operasi sebanyak 131 orang, yang terdiri dari 39 orang dokter spesialis dan 24 orang tim perawat bedah dan anestesi, serta tim non medis sejumlah 68 orang.

Beberapa tenaga medis spesialis berasal dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Rumah Sakit Carolus, Rumah Sakit Adhyaksa dan Pusat Kesehatan Angkatan Darat.

Ditambahkan, kembar Naifa dan Narraya saat ini menjalani perawatan di ruang PICU. Mereka dipantau secara ketat dan dibawah pengawasan dokter. Hingga Senin pagi (12/4/2021), kondisi Naifa cenderung lebih stabil dibanding Nayyara. Tim dokter berharap keduanya akan terus membaik.

“Setelah kondisi kesehatannya stabil, maka keduanya akan dipindahkan ke Ruang Rawat Bedah Anak,” katanya.

Untuk meminimalisir munculnya penyakit bawaan pasca operasi, lanjut Johannes, kedepannya tim media akan terus memantau perkembangan Naifa dan Nayyara baik dari sisi tumbuh kembang, nutrisi hingga fisioterapi. (Tri Wahyuni)