PSDKP Jakarta Sosialisasikan Penggunaan API Ramah Lingkungan di Lampung

0

JAKARTA (Suara Karya): Pengawas Perikanan Pangkalan PSDKP Jakarta, terus melakukan sosialisasi untuk mendorong kapal-kapal nelayan Indonesia menggunakan alat penangkapan ikan (API) yang ramah lingkungan. Kali ini, kegiatan itu dilakukan di Pelabuhan Perikanan Maringgai, Lampung Timur, Provinsi Lampung, Rabu (7/8/2019).

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Pangkalan PDSKP Jakarta, Pung Nugroho Saksono tersebut didukung oleh Pangkalan TNI AL Lampung serta Polair Polres Maringgai Lampung Timur. Pada sosialisasi tersebut dilakukan pemasangan spanduk imbauan untuk meningkatkan kesadartahuan masyarakat tentang larangan penggunakan alat penangkapan ikan (API) yang merusak.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Agus Suherman, mengatakan dengan upaya yang terus menerus dilakukan ini, pemerintah berharap nelayan yang masih menggunakan alat tangkap merusak, secara sukarela segera berganti ke alat tangkap ramah lingkungan.

Terkait dengan penggunaan API, KKP telah menerbitkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 71/PERMEN-KP/2016 tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia. Peraturan Menteri tersebut mengatur beberapa hal, salah satunya mengenai API  yang mengganggu dan merusak.

Dalam Permen KP tersebut dijelaskan, API yang mengganggu dan merusak adalah API yang apabila dioperasikan dapat mengakibatkan kepunahan biota, kehancuran habitat, dan membahayakan keselamatan pengguna.

API yang mengganggu dan merusak keberlanjutan sumber daya ikan dilarang dioperasikan pada semua jalur penangkapan ikan di seluruh Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI). (Pramuji)