PTMA Gelontorkan Rp78 Miliar Subsidi Mahasiswa Terdampak Covid-19

0
Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU), PP Muhammadiyah Periode 2015-2020, Agus Samsudin. (Suarakarya.co.id/ist)

JAKARTA (Suara Karya): Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia berupaya menjaga keberlangsungan komunitas, internal dan masyarakat sekitar kampus, selama pandemi corona virus disease (covid-19). Dana yang digelontorkan tak main-main, yakni mencapai lebih dari Rp78 miliar.

Hal itu dikemukakan Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU), PP Muhammadiyah Periode 2015-2020, Agus Samsudin dalam siaran persnya, Selasa (5/5/20).

Mengutip data Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) per 28 April 2020, disebutkan dana stimulus hingga lebih dari Rp78 miliar itu dipergunakan sebagian besar untuk keringanan biaya kuliah. Angkanya mencapai Rp36,4 miliar untuk 36.390 mahasiswa.

Untuk subsidi pembelajaran online, lanjut Agus, dialokasikan sebesar Rp27,3 miliar bagi 174.509 mahasiswa.

“Subsidi diberikan karena perkuliahan harus dilakukan secara daring. Perubahan model pembelajaran membutuhkan biaya tambahan yang tak kecil untuk pembelian kuota internet,” ujarnya.

Ditambahkan, pemberian potongan biaya kuliah total Rp36 miliar diberikan kepada Universitas Muhammadiyah Malang yang memberi keringanan biaya kuliah bagi semua mahasiswa aktif sebesar Rp1 juta per mahasiswa.

Pemberian subsidi biaya kuliah untuk mendukung pembelajaran daring dilakukan beberapa universitas dibawah PTMA, seperti Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Aisyiyah Yogyakarta (Unisa), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Universitas Muhammadiyah Magelang.

“Besaran subsidi Rp 150.000 per bulan dari Maret hingga Mei 2020 untuk UMY. Di kampus Unisa, subsidi biaya SPP Rp250 ribu untuk semester gasal ini,” tuturnya.

Sementara itu, pengurangan SPP di UAD diberikan Rp200 ribu per mahasiswa dan Universitas Muhammadiyah Magelang memberi subsidi Rp150 ribu untuk pemotongan biaya registrasi semester gasal tahun akademik 2020/2021.

Agus Samsudin menyebutkan, dana bantuan besar lainnya adalah sumbangan kampus untuk layanan pasien rumah sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah sebesar Rp8,4 miliar, sumbangan untuk sahur dan takjil gratis Rp1,4 miliar dan pemberian bantuan Alat Pelindung Diri (APD) senilai Rp1,4 miliar.

Ragam bentuk kegiatan untuk penanggulangan covid-19 yang dilakukan PTMA, antara lain pembuatan materi edukasi dalam beragam bentuk, bantuan wastafel portabel, pembuatan dan penyemprotan desinfektan serta pemberian alat semprot desinfektan.

“Kami juga membantu guru dan karyawan Amal Usaha Muhammadiyah yang terdampak covid-19,” kata Agus menandaskan. (Tri Wahyuni)