PTS Dibawah LLDikti Wilayah III Tandatangani Kontrak Hibah Rp44,4 Miliar

0

JAKARTA (Suara Karya): Sejumlah perguruan tinggi di DKI Jakarta, yang berada dibawah naungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III mendapat kontrak hibah lebih dari Rp45 miliar dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) tahun anggaran 2022.

“Pendanaan itu dari dua sumber, yakni Ditjen Pendidikan Dikti, Riset dan Teknologi (Ditjen Dikti) sebesar Rp44,4 miliar dan Ditjen Pendidikan Vokasi (Diksi) sebesar Rp650 juta,” kata Kepala LLDikti Wilayah III, Paristiyanti Nurwardani usai penandatangan tersebut, di Jakarta, Jumat (15/7/22).

Perempuan yang akrab dipanggil Paris itu menambahkan, perolehan kontrak hibah tersebut tak lepas dari upaya LLDikti Wilayah III dalam mendorong PTS di DKI Jakarta untuk ikut memanfaatkan dana hibah yang ditawarkan Kemdikbudristek.

Disebutkan, dana sebesar Rp44,4 miliar itu untuk mendanai penelitian dan pengabdian masyarakat (abdimas) sebanyak 474 judul penelitian dan 43 judul abdimas. Dana Rp650 juta dari Ditjen Diksi tahap pertama bagi PTS di lingkungan LLDikti Wilayah III.

“Skema terbanyak adalah Penelitian Dosen Pemula (PDP) sebanyak 120 judul, Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT) sebanyak 95 judul, serta Penelitian Dasar Unggulan Perguruan Tinggi (PDUPT) sebanyak 80 judul,” ujarnya.

Paris mengemukakan, pemberian hibah kontrak kepada PTS tersebut merupakan bagian dari Transformasi Pendidikan Tinggi melalui implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Program MBKM untuk meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja di tingkat nasional dan global di era digital dan industri 4.0.

Kebijakan tersebut dikawal melalui regulasi yakni Standar Nasional (SN) Dikti dan 8 Indikator Indikator Kinerja Utama (IKU) yang menjadi landasan transformasi pendidikan tinggi. Delapan IKU itu, antara lain, lulusan mendapat pekerjaan yang layak; mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus melalui magang, proyek desa, berwirausaha.

Selain itu, masih ada dosen berkegiatan di luar kampus dengan mencari pengalaman industri; praktisi Industri mengajar di kampus; hasil kerja dosen digunakan masyarakat dan mendapat rekognisi internasional; program studi bekerja sama mitra kelas dunia; kelas kolaboratif dan partisipatif berbasis proyek; dan program studi berstandar internasional.

Menurut Paris, kegiatan penandatanganan kontrak tersebut mencerminkan komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hal itu merupakan amanat Undang Undang (UU) No 12 Tahun 2002 tentang Pendidikan Tinggi.

“Kami berharap pimpinan perguruan tinggi ikut mengawal seluruh rangkaian kegiatan dan memastikan laporannya berjalan sebagaimana diatur dalam kontrak pelaksanaan,” katanya menegaskan. (Tri Wahyuni)