Puskesmas di Majene Raih Penghargaan BPJS Kesehatan Award 2019

0

JAKARTA (Suara Karya): Puskesmas Banggae I Majene, Sulawesi Barat raih penghargaan BPJS Kesehatan Award 2019. Keberhasilan itu menandakan pelayanan prima tak melulu datang dari fasilitas kesehatan (faskes) di kota-kota besar.

“Penilaian yang paling krusial dalam BPJS Kesehatan Award ini terkait kemanusiaan (humanity). Sayang sekali, masih banyak faskes yang belum menganggap serius soal kemanusiaan ini,” kata Ketua Tim Juri Eksekutif BPJS Kesehatan Award, Nafsiah Mboi disela acara Anugerah BPJS Kesehatan Award 2019 di Jakarta, Kamis (15/8/2019) malam.

Berikut para pemenang BPJS Kesehatan Award 2019, yaitu Klinik Madani Manado, Sulawesi Utara (kategori Klinik Pratama), Dr Ismawati, dari Kabupaten Barabai, Kalimantan Selatan (kategori Dokter Praktik Mandiri), Drg Ali Sundiharja, Sukabumi, Jawa Barat (kategori Dokter Gigi Praktik Mandiri) dan Apotek Kimia Farma dr Sutomo, Samarinda, Kalimantan Timur (kategori Apotek PRB).

Untuk kategori RS Kelas A, penghargaan diberikan kepada RS Jantung Harapan Kita Jakarta. RS Kelas B kepada RS dr Iskak Tulungagung, Jawa Timur. RS Kelas C yaitu RSU Aisyiyah Ponorogo, Jawa Timur dan RS Kelas D kepada RS Panti Rini, Sleman, Yogyakarta.

Penghargaan Khusus kepada Puskesmas Daerah Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan yaitu Puskesmas Tegal Arum, Kalimantan Barat.

Nafsiah menjelaskan, soal kemanusiaan mendapat perhatian dalam penilaian, karena hingga kini masih terjadi diskriminasi perlakuan terhadap pasien. Membeda-bedakan pasien berdasarkan ekonomi itu menyalahi sisi kemanusiaan.

“Hal itu seharusnya tidak boleh terjadi lagi. Apalagi di era digital seperti ini, dimana kasus yang bertentangan dengan kemanusiaan bisa menyebar dengan cepat,” ucap Menteri Kesehatan periode 2012 – 2014 itu.

Hal itu diketahui, lanjut Nafsiah, karena pihaknya mengirim “seseorang” untuk menilai sikap kemanusiaan di faskes yang akan dinilainya. Saat dikonfirmasi, pihak faskes pun mengaku terkejut karena penilaian untuk penghargaan BPJS Kesehatan Award juga terkait hal-hal yang bersifat kemanusiaan tersebut.

“Tantangan kedepan bagaimana menjaga mutu dan kualitas layanan agar tetap prima, tak hanya saat akan dinilai atau mengajukan akreditasi,” ujarnya. (Tri Wahyuni)