Puskesmas di Wilayah BPJS Kesehatan Jakbar Targetkan Rasio Rujukan 11 Persen

0

JAKARTA (Suara Karya): Puskesmas di wilayah kerja BPJS Kesehatan Jakarta Barat (Jakbar) masih mengejar target penurunan rasio rujukan hingga dibawah 11 persen. Hal itu guna menghindari penumpukan pasien di rumah sakit.

Kepala Penjaminan Manfaat Primer (PMP), BPJS Jakarta Barat, Purwati mengemukakan hal itu dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelayanan Primer Puskesmas se-Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (14/9/22).

Purwati menyebut, penurunan itu terjadi di Puskemas wilayah Kecamatan Kalideres. Namun, tren penurunan itu hingga Agustus 2022 mentok di angka rata-rata 12,54 persen. “Masih ada selisih 1,54 persen lagi yang harus kami kejar. Angkanya kelihatannya kecil, tapi tetap butuh kerja keras,” ujarnya.

Ia berharap target tersebut bisa dicapai hingga akhir tahun ini. Angkanya masih terus berubah, apalagi masih ada data kunjungan yang belum selesai input pada Agustus-September 2022. “Semoga tidak ada kenaikan yang berarti,” ujarnya.

Soal kepatuhan, Purwati mrnyatakan, seluruh Puskesmas sudah mencapai skor minimal 88. Ia berharap kepada pengelola Puskesmas untuk mempertankan capaian kepatuhan itu hingga akhir tahun.

“Perkembangan kepatuhan ini mudah dipantau, karena proses penilaiannya dilakukan setiap bulan. Kami sudah ingatkan kepada Puskesmas, jika tidak bisa meningkatkan, paling tidak bisa dipertahankan,” ujarnya.

Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) UKP PKC Kalideres, dr Rismauli dalam kesempatan yang sama juga meminta agar kendala yang dihadapi di lapangan dapat segera ditindaklanjuti. Caranya, mengedukasi pasien tentang peraturan BPJS Kesehatan terkait dengan rujukan.

“Dan yang tak kalah penting koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar target yang telah ditetapkan dalam program bisa diraih,” ujarnya.

Ia juga menyinggung tentang pentingnya membangun komunikasi yang efektif antara dokter poliklinik dengan PIC BPJS FKTP. Selain berkoordinasi antar PIC BPJS FKTP dengan pihak RS dan pihak BPJS Kesehatan.

“Pasang filler informasi di Puskesmas Kecamatan Kalideres agar pasien dan keluarganya bisa membaca dan memahami peraturan yang ada,” kata dr Rismauli.

Ditanya dasar penetapan rasio rujukan sebesar 11 persen, Purwati menjelaskan besaran itu disesuaikan dengan trend dan kondisi per wilayah kecamatan. Diakui penurunan rasio rujukan akan lebih susah dibandingkan dengan penambahan kunjungan. (Tri Wahyuni)