Puspayoga Dorong Koperasi dan UMKM Manfaatkan Peluang di Era Digital

0
Menteri Koperasi dan UKM, Puspayoga

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga mengatakan dalam perekonomian Indonesia,  UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) adalah usaha yang nemiliki jumlah paling besar.  Selain itu, dalam perjalanan waktu, UMKM terbukti tahan terhadap berbagai goncangan kriris ekonomi.

“Karena itu sangat beralasan jika pemerintah berusaha terus mengembangkan dan memberdayakan para pelaku UMKM dan koperasi,” ujar Menteri Puspayoga, dalam siaran persnya kepada Suara Karya, Senin (24/12/2018).

Dia mengatakan hal itu, dalam sambutannya pada pelantikan pengurus  DPD HIPMIKINDO (Himpunan Pengusaha Mikro, Kecil dan Menengah) Provinsi Lampung dan pengurus DPC di 15 Kabupaten/Kota Provinsi Lampung, periode 2018-2023, di Bandar Lampung, Sabtu (22/12/2018).

Hadir dalam acara itu Walikota Bandar Lampung Herman MN,  Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM Rulli Nuryanto, Kadinas Koperasi Provinsi Lampung Isron Vatikar, Ketua Umum DPP HIPMIKIMDO, H MAZ Pandjaitan, Ketua DPD HIPMIKIMDO Provinsi Lampung Rosyid Effendi, pengurus tingkat DPC dan perwakilan HIPMIKIMDO seluruh Provinsi Lampung.

Dalam kesempatan itu Menteri Puspayoga juga menyerahkan sejumlah program strategis Kementerian diantaranya Nomor Induk Koperasi (NIK), sertifikat Hak Cipta Ijin Usaha Mikro Kecil (IUMK), Wirausaha Pemula (WP), pelatihan peningkatan kapasitas SDM, dana bergulir LPDB dan KUR dari BNI, BRI, Bank Mandiri, BPD Lampung dan BRI syariah.

Menteri Puspayoga memaparkan,  saat ini ekonomi Indonesia masih tumbuh positif di angka 5,17 persen,  artinya bicara pertumbuhan ekonomi kondisi Indonesia lebih baik dari banyak negara lain.

Tetapi, selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga mengejar pemerataan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kebijakan strategis ekonomi kerakyatan.

“Karena bila pertumbuhan ekonomi tidak disertai pemerataan  kesejahteraan artinya ekonomi hanya dinikmati sebagian golongan saja,” ujar Menteri Puspayoga.

Menurut Puspayoga, sejumlah langkah nyata pemerintah dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan antara lain  melalui kebijakan penurunan suku bunga KUR (Kredit Usaha Rakyat) menjadi 7 persen , menurunkan  pajak UMKM menjadi 0.5 persen.

Selain itu, bagi koperasi dan UMKM yang belum bankable, pemerintah menyediakan kredit Ultra Mikro (UMi).

Ekosistem Digital

Lebih lanjut Menteri Puspayoga menjelaskan, pemerintah juga mendorong koperasi dan UMKM memanfaatkan peluang di era digitalisasi atau revolusi industri 4.0 saat ini.

Contohnya, kredit UMi kini juga sudah menggunakan layanan digital, setelah beberapa waktu lalu Kemenkop dan UKM bersama Kemenkeu, Kominfo, Kemendes PDTT dan Badan Ekonomi Krratif meluncurkan ekosistem digitalisasi  kredit UMi dengan mengajak tiga perusahaan  sistem pembayaran yaitu Go-pay T-cash san T-money dan satu market place yaitu Bukalapak.

“Dengan adanya digitalisasi kredit UMi itu akan semakin banyak masyarakat yang belum bisa dilayani perbankan,  kini bisa mengakses kredit UMi.

Kemenkop dan UKM juga sudah neluncurkan aplikasi melalui smartphone dengan sistem operasi berbasis android yang bernama Kemenkop Center, dan dapat diunduh gratis dengan men-download di google play.

Selain itu agar koperasi dan UMKM dapat mendapatkan akses permodalan  (bankable) didalam  aplikasi itu juga tersebut juga ada laporan akuntansi  usaha mikro (Lamikro)  yang bertujuan membantu UMKM membuat laporan keuangan secara sederhana dan mudah.

“Pada era revolusi industri 4.0 ini ukuran  besar perusahaan tak lagi jadi jaminan,  tapi kelincahan perusahaan perusahaan dalam meng adopsi dan menyesuaikan perubahan yang akan jadi kunci keberhasilan usaha” kata Menteri Puspayoga.

Puspayoga berkeyakinan semakin banyak perubahan juga akan muncul peluang peluang usaha yang bisa dimanfaatkan para anak muda dan pelaku UMKM terutama usaha di sektor ekonomi kreatif dan usaha usaha pendukungnya.

Berbagai perubahan ini harus bisa diantisipasi dan dimanafatkan pelaku koperasi dan UMKM  antara lain dengan memanfaatkan promosi dan pemasaran melalui e-commerce, yang semakin hari semakin berkembang.

Menkop dan UKM menunjuk data Indef (Institute  for dev of economi  and finance) dimana nilai transaksi e-commerce pada  2017 mencapai 85 triliun rupiah. Sementara pengguna intenet  di 2017  mencapai 143,26 juta jiwa atau sebesar  54,68 persen dari jumlah penduduk Indonedia yang mencapai 262 juta jiwa.

Kerjasama Pemda

Sebelumnya Walikota Bandar Lampung Herman MN menyatakan optimisnya UMKM di kota Bandar Lampung maupun Provinsi Lampung akan mampu bangkit lagi dengan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian daerah.

“Dengan danya regenerasi pimpinan HIPMIKIMDO ini saya optimis UMKM akan bangkit di era digital saat ini, apalagi semangat pengurus yang masih muda ini sangat besar,” kata Herman.

Walikota Herman juga mengajak pengurus HIPMIKINDO untuk bekerjasama dengan Pemerintah Daerah setempat baik di kabupaten kota maupun di Provinsi, dalam upaya mengembangkan UMKM menjadi pelaku ekonomi yang tangguh.

“Lampung ini memiliki potensi yang besar baik di sektor pertanian maupun pariwisata. Koperasi dan UMKM bisa mengambil peluang-peluang itu, apalagi sektor pariwisata Lampung tumbuh pesat, dan ini menjadi peluang bagi UMKM untuk menjadi bagian didalamnya misalkan dengan produk kuliner maupun handycraft,” ujarnya menambahkan. (Gan)