PWJ Berikan Santunan dan Buka Puasa Bersama Anak Yatim

0

JAKARTA (Suara Karya): Poros Wartawan Jakarta (PWJ) kembali menggelar acara buka bersama dan bakti sosial (baksos) berupa pemberian santunan kepada anak yatim dan piatu.

Kegiatan seperti ini, rutin dilakukan para wartawan yang tergabung dalam PWJ pada setiap tahunnya. Para wartawan dan simpatisan masyarakat, secara sukarena mengumpulkan dana untuk acara yang dihadiri 82 anak yatim dari Kecamatan Manggarai, Tebet Jakarta Selatan.

Pada kesempatan itu, PWJ juga mendatangkan sedikitnya 30 anak yatim dari daerah Cawang, Jakarta Selatan.

Acara yang dipusatkan di masjid Jami’ Attaufiq, Sabtu (25/5) ini juga menghadirkan penceramah Ustad Chodirin yang tak lain ketua DKM dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam ceramahnya, Ustad Chodirin mengapresiasi PWJ yang masih peduli terhadap anak yatim di lingkungannya. “Ditengah kesibukan kerjanya. Masih juga mau menyempatkan waktu dan berbagi dengan warga kami,” ungkap Ustad Chodirin.

Ustad Chodirin juga menambahkan, dengan bantuan itu, anak anak yatim piatu akan berbahagia karena merasa dibantu. “Mesti gak punya orang tua, dengan sumbangan ini semoga mereka terhibur,” ujarnya.

Sekretaris PWJ, Syarief Hasan Salampesi yang juga sebagai wartawan RRI ini, berharap agar santunan yang diberikan ini, dapat bermanfaat bagi anak yatim.

“Semoga membawa berkah bagi anak yatim. Jangan dilihat berapa nilai yang kami diberikan, yang terpenting adalah keikhlasan. Saya juga berterima kasih kepada teman-teman wartawan dan semua pihak yang telah menunjukkan kepeduliannya terhadap anak yatim,,” ujar Salampesi.

Sementara itu, Ketua PWJ, Wibowo Santoso mengungkapkan, pemberian santunan dan buka puasa bersama anak yatim ini, adalah kegiatan untuk menyambung silaturrahmi antara pengurus dan anggota PWJ.

“Kegiatan ini rutin kami lakukan. Selain untuk silaturrahmi, juga ingin berbagi kepada anak-anak yatim,” ungkap Bowo, sapaan akrabnya.

Bowo berharap, anak-anak yatim yang mendapatkan santunan, bisa mengisi ramadhan dengan kebahagian dan penuh kedamaian.

Bowo juga menekankan agar masyarakat di Indonesia mengisi bulan suci ramadhan dengan kegiatan-kegiatan positif dan penuh kedamaian, terutama pada momentum pemilihan presiden dan pemilihan legeslatif.

“Sekaligus sebagai himbauan moral kami sebagai pewarta, kepada seluruh komponen agar menghormati bulan yang penuh ampunan ini,” tegas Bowo.(gan)