ENERGI BARU TERBARUKAN
PYC Dukung Pengembangan Green Hydrogen

0

JAKARTA (Suara Karya): Ketua Umum Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) Filda Citra Yusgiantoro, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) seperti green hydrogen.

Menurut Filda, sebagai organisasi nirlaba, PYC berfokus pada penelitian yang independen dan mendalam guna memberikan solusi dan rekomendasi kepada kebijakan terkait sumber daya alam dan energi.

Dikatakan Filda, pekan lalu pihaknya juga mengadakan diskusi dengan topik “Economic Feasibility of Green Hydrogen Development in Indonesia”. Acara ini dilaksanakan melalui Zoom dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube PYC.

Acara ini melibatkan Departemen Riset dan Kajian Strategis Perhimpunan Pelajar Indonesia di Belanda (Kastrat PPIB) dan The Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) pekan lalu, adalah sebagai rangkaian dari kegiatan PYC International Energy Conference yang akan dilaksanakan pada 6 Oktober 2021.

“Mengutip pesan pendiri PYC “education is a powerful bridge for one to make a change” dan kepada para pelajar “you are our future agent of change to make this world a better place to live,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (2/5/2021).

Sementara itu, Koordinator Fungsi Ekonomi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag, Christina Refina yang juga menjadi salah satu nara sumber dalam diskusi tersebut mengatakan, topik green hydrogen sangat relevan dan strategis terkait dengan suplai energi yang berkelanjutan sebagaimana komitmen pemerintah Indonesia untuk menurunkan emisi karbon.

Christina memberi gambaran bahwa Belanda adalah salah satu pemain utama sistem hidrogen dengan mengadopsi 2020 Dutch National Hydrogen Strategy.

“Peran KBRI yang aktif berkolaborasi dengan berbagai mitra dalam mengkaji topik renewable energy dan alih teknologi terbarukan seperti dibentuknya Indonesia Netherlands Technology Partnership Forum (INTPF) yang tahun ini bertemakan bridging the gap and harnessing sustainable energy,” kata Christina.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal PPIB, Reiffel Rezqiriandhan mengatakan, hidrogen  berkaitan erat dengan isu energi seiring dengan bertambahnya populasi penduduk di dunia.

Pada saat yang sama lanjut dia, isu sustainability, climate protection, dan environmental protection penting untuk dibahas melihat fakta adanya degradasi lingkungan dari masa ke masa.

“Apakah memang hidrogen bisa menjadi solusi energi bersih di tengah isu energy security dan sustainability? Kapan dan bagaimana hidrogen bisa berkembang menjadi sumber energi yang penting di dalam sistem energi Indonesia? Ia berharap bahwa kegiatan ini dapat memberi gambaran mengenai jawaban pertanyaan tersebut,” ungkapnya. (Bayu)