Raih 61 Persen Suara, Komarudin Terpilih jadi Rektor UNJ Periode 2019-2023

0
?

JAKARTA (Suara Karya): Pemilihan Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) periode 2019-2023 yang berlangsung Kamis (19/9/2019), di Jakarta dimenangkan oleh Komarudin. Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan UNJ itu berhasil meraih suara tertinggi, 61 persen.

“Hasil pemilihan rektor hari ini akan kami laporkan ke Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Nanti, ada tim yang menilai lagi latar belakang rektor terpilih. Jika tidak ada masalah, baru dilantik,” kata Plt Irjen Kemristekdikti, Yusrial Bachtiar usia proses pemilihan rektor UNJ di Jakarta, Kamis (19/9/2919).

Perolehan suara terbanyak kedua dalam pemilihan itu diraih Prof Paulina Pannen sebanyak 23 suara dan Dr Sofiah Hartati sebanyak 16 suara.

Yusrial hadir sebagai pemegang kuasa atas 35 persen suara Menristekdikti Mohamad Nasir, yang saat ini sedang bertugas keluar negeri. “Saya hadir disini untuk meneruskan amanah atas 35 persen suara Menristekdikti,” ucapnya.

Ditanya apakah suara menteri diberikan kepada kandidat tertentu, Yusrial enggan membocorkan. “Pilihan suara menteri ke siapa. Rahasialaah,” kata Yusrial sambil tersenyum lebar.

Seperti diberitakan sebelumnya, Universitas Negeri Jakarta dalam 2 bulan terakhir ini disibukkan oleh proses pemilihan rektor UNJ periode 2019-2023. Pada tahap pertama, panitia pemilihan menetapkan 8 kandidat yang lolos seleksi administrasi.

Delapan balon Rektor UNJ terpilih tahap pertama adalah Dr Komarudin, Prof Dr Endry Boeriswati, Prof Paulina Pannen, Prof Dr H Muh Nur Sadik, Prof Dr Agus Setyo Budi, Dr Sofiah Hartati, Prof Dr Ir Ivan Hanafi dan Dr Awaluddin Tjalla.

Setelah masa kampanye usai, panitia menggelar pemilihan 3 kandidat terbaik untuk diajukan ke Menristekdikti. Mereka adalah Dr Komarudin dengan 26 suara, Dr Sofiah Hartati dengan 18 suara dan Prof Paulina Pannen dengan 18 suara.

Seperti dijelaskan Ketua Senat Guru Besar UNJ Prof Dr Hafid Abbas, suara menteri 35 persen tidak mesti diberikan kepada satu kandidat, tetapi bisa dipecah kepada 2-3 kandidat. “Kami harap Menristekdikti gunakan hak suaranya dengan penuh kearifan. Menelaah setiap calon demi kemajuan UNJ di masa depan,” ucapnya.

Hafid berharap pada rektor terpilih untuk dapat merajut kebersamaan demi masa depan UNJ yang gemilang. “Siapapun kandidat yang terpilih hari ini harus didukung secara optimal oleh civitas akademika UNJ. Tak boleh ada kubu-kubuan. Karena semua itu akan menguras energi dan banyak peluang yang terabaikan,” katanya.

Komarudin dalam pidato singkatnya meminta pada civitas akademika UNJ untuk menjaga kebersamaan demi masa depan UNJ. Kemenangannya adalah kemenangan bersama. “Mari satukan langkah untuk UNJ yang lebih baik. Kemenangan saya adalah kemenangan bersama,” katanya menandaskan. (Tri Wahyuni)