Raih Perak, Timnas U-22 Gagal Mengulang Sukses 1991

0

JAKARTA (Suara Karya) : Tampil dengan semangat  juang yang tinggi Timnas U-22 Indonesia terpaksa mengakui ketangguhan Vietnam dengan skor 0-3 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Selasa (10/12). Dengan kekalahan itu pula anak asuh Indra Safri gagal menyuguhkan medali emas untuk Indonesia di SEA Games XXX tahun 2019.

Dalam pertandingan final yang disiarkan RCTI, awalnya kedua tim bermain hati-hati takut kecolongan lebih dulu. Indonesia berusaha memulai melakukan serangan kedaerah kotak penalti lawan. Sementara Vietnam berusaha memanfaatkan serangan balik. Memasuki menit ke 20 Evan Dimas keluar lapangan setelah mendapat tekel Doan Van Hau yang mencetak gol pertama Vietnam di menit 39. Ketinggalan 0-1 Timnas Indonesia bangkit hingga turun minum.

Seusai istirahat Timnas Indonesia berusaha memperbaiki permainan dengan menurunkan Egy Maulana menggantikan Sutan Sulaeman. Namun masih kebobolan lagi di menit ke 59 lewat Do Hung Dung.

Ketinggalan 0-2 Timnas U-22 Indonesia berusaha keras meraih gol, namun sebaliknya malah kecolongan lagi lewat kaki Van Hau dimenit ke 73. Kedudukan 0-3 terus berjalan hingga wasit membunyikan Pluit terakhir. Atas kemenangan itu Vietnam berhak meraih medali emas, meski pelatih Park Hang Seo harus meninggalkan lapangan karena diberikan kartu merah oleh wasit setelah melakukan protes keras.

Meraih medali perak bagi Timnas U-22 Indonesia di SEA Games 2019 merupakan kegagalan mengulang sukses tahun 1991 yang ketika itu dipimpin Manajer IGK Manila dengan meraih medali emas. “Hal ini menjadi catatan berharga, kenapa Timnas saat itu bisa meraih sukses. Jawabannya ada di mantan komandan CPM DKI itu”. (Warso)