Rasio Utang RI Terhadap PDB Turun Signifikan

0
Foto: Suarakarya.co.id/Pramuji.

JAKARTA (Suara Karya): Rasio utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) diklaim terus mengalami penurunan hingga diangka 7,4 persen di tahun 2016-2017.

Demikian dikatakan pengamat ekonomi Syarkawi Rauf, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (13/2/2019).

Dikatakan Syarkawi, pada tahun 1998, PDB Indonesia sebesar 85 persen, dan di penghujung pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengalami penurunan yang sangat signifikan sekitar 24,7 persen.

“Kini di era pemerintahan Presiden Joko Widodo PDB  Indonesia ada diangka 7,4 persen,” ujar ya.

Dikatakan Syarkawi, saat ini utang Indonesia mengalami peningkatan.

“Dari sisi undang-undang dari sisi regulasi bedasarkan UU Keuangan Negara No 17 Tahun 2003, rasio utang yang aman menurut UU ini terhadap GDP sekitar 60 persen, nah kita hanya 27,4 persen artinya dari sisi kemampuan kita untuk membayar utang sangat baik,” kata Syarkawi.

Dia mengatakan, dahulu pertumbuhan perekonomian di Indonesia sangat rendah untuk disebut dapat bersaing dengan negara-negara lain.

Menurutnya, gagal kompotetitif di bidang ekonomi disebabkan mahalnya biaya logistik seiring belum maksimalnya infrastruktur.

Logistic cost kita 25 persen dari GDP, bagaimana kita mau kompetitif?” ujarnya.

Syarkawi menuturkan, Pemerintah harus ekstra keras sifat out of the box untuk menyelesaikan persoalan logistik ini. makanya salah satu upaya yang di lakukan pemerintah adalah mengakselerasi pembanguman insfrastruktur.

“Caranya adalah kita bangun insfrastruktur dari Sabang sampai Marauke, mulai dari jalan, bandara, pelabuhan, untuk koneksifitas antar pulau dan didalam pulau itu sendiri. Ini yang secara efektif mengurangi logistik cost kita membuat daya saing kita menjadi semakin baik dan perlahan manufaktur kita akan tumbuh dan ini berdampak ke berbagai sektor,” tutur Syarkawi. (Pramuji)