Ratusan Penumpang Garuda Terlantar di Bandara Sultan Syarif Kasim II

0
DAMPAK DELAYED - Ratusan penumpang maskapai penerbangan Garuda Indonesia menunggu lebih dari tiga jam di ruang tunggu terminal Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, Rabu (20/6). Ini merupakan dampak dari molornya jadal penerbangan maskapai tersebut. (Foto Istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Ratusan penumpang maskapai penerbangan Garuda Indonesia (GA) tujuan Pekanbaru-Jakarta terlantar di ruang tunggu keberangkatan Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, Rabu (20/6). Ini imbas dari molornya (delayed) penerbangan maskapai tersebut selama tiga jam dari jadwal keberangkatan yang telah ditentukan.

Ironisnya, pihak Garuda Indonesia kabarnya tidak memberikan kompensasi apapun kepada para penumpangnya.

Papan pengumuman jadwal keberangkatan maskapai

Ade Januar, Salah seorang penumpang GA 175 tujuan Pekanbaru (PKU) ke Jakarta (CGK) mengatakan sangat kecewa dengan pelayanan yang diberikan maskapai nomor satu di Indonesia ini.

Menurutnya, sebagai maskapai penerbangan milik pemerintah seharusnya mampu memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan. Namun yang tetjadi sebaliknya, penerbangan yang semula dijadwalkan terbang pukul 11.05 WIB, kemudian tanpa alasan yang jelas ditunda keberangkatannya.

“Rencananya pesawat akan diterbangkan pukul 13.05 WIB. Mudah-mudahan gak molor lagi,” kata Ade melalui pesan singkatnya yang diterima Suara Karya di Jakarta, Rabu (20/6).

Diungkapkan Ade, pantauan di bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, banyak penumpang yang kecewa karena pemberitahuan penundaan penerbangan disampaikan pihak Garuda kurang dari 2 jam sebelum penerbangan.

Informasi penundaan jadwal penerbangan.

Padahal kata dia, sebagian lagi mengeluhkan karena ada yang memiliki agenda penting di Jakarta yang waktunya tidak lagi terkejar karena penundaan jadwal penerbangan.

“Ketika kami konfirmasi ke layanan penumpang (Customer Service) Garuda jawaban dari petugas hanya menyatakan alasan opersional tanpa menjelaskan keterangan rinci apa penyebabnya. Petugas yang melayani pun hanya menjawab dingin enggan menjelaskan lebih lanjut,” katanya. (Bayu Legianto)