Ratusan Warga Jakarta Barat Antusias Ikuti Sosialisasi Stunting

0

JAKARTA (Suara Karya): Sebanyak 150 warga Jakarta Barat, terlihat antusias mengikuti sosialisasi pencegahan stunting pada anak yang dilakukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Komisi IX DPR, di  Hotel Gajah Mada, Jakarta, Minggu (5/6/2022).

Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris, mengimbau masyarakat dapat melakukan pencegahan stunting pada anak sejak dini. Sebab,  dampak dari stunting nantinya bukan hanya dirasakan keluarga, tetapi berpengaruh besar terhadap pertumbuhan perekonomian nasional.

Dikatakan Charles, pencegahan harus dimulai dari hulu yakni kalangan remaja. Mereka senantiasa menjadi garda terdepan, dalam pencegahan stunting bahkan nantinya 3 bulan sebelum menikah para calon pengantin ini akan dibekali pemahaman terkait bagaimana mencegah terjadinya stunting.

“Dalam kesempatam ini saya mengharapkan kepada seluruh peserta yang hadir agar dapat memahami apa itu stunting dan dampak buruk nya terhadap anak yang akan dilahirkan oleh seoramg ibu,” kata Charles saat melakukan sosialisasi pencegahan stunting bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Hotel Gajah Mada, Jakarta, Minggu (5/6/2022).

Hadir 150 warga yang hadir dalam kegiatan tersebut, meliputi usia remaja siap nikah dan peserta yang sudah berumah tangga yang berasal dari masyarakat umum maupun kader-kader KB dari wilayah Jakarta Barat.

Acara ini juga dihadiri oleh Ibni Sholeh selaku Kepala Bidang PK2 DPPAPP DKI Jakarta dan Supyan Nusauri selaku Kepala Seksi PK2 Suku Dinas PAPP Jakarta Barat.

Charles mengatakan, seperti yang disepakati oleh para ahli di seluruh dunia bahwa seribu hari pertama kehidupan merupakan saat terpenting dalam kehidupan seseorang. Sejak saat perkembangan janin di dalam kandungan, hingga ulang tahun yang kedua menentukan kesehatan dan kecerdasan seseorang.

Menurutnya, semua itu harus dipenuhi dahulu mulai dari pemberian makanan dan vitamin selama kehamilan. Sebab itu dapat mempengaruhi fungsi memori, konsentrasi, pengambilan keputusan, intelektual, mood, dan emosi seorang anak di kemudian hari.

“Jika bayi yang dilahirkan mengalami kurang gizi maka hal tersebut dapat menimbulkan stunting. Stunting adalah kekurangan gizi pada balita yang berlangsung lama dan menyebabkan terhambatnya otak dan tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Jika stunting terjadi pada balita maka hal tersebut akan menyebabkan terganggunya perkembangan otak dan fisik balita dan balita akan lebih rentan terhadap penyakit. Selain itu kelak saat dewasa akan lebih mudah mengalami penyakit jantung, diabetes dan lainnya. (Bayu)