Rektor IPB: Tak Boleh Ada Mahasiswa DO Karena Alasan Ekonomi

0

JAKARTA (Suara Karya): Institut Pertanian Bogor (IPB) merupakan satu dari sekian perguruan tinggi negeri yang melakukan respon cepat terkait usulan keringanan uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang ekonomi keluarganya terdampak pandemi virus corona diasease (covid-19). Keringanan UKT berupa cicilan pembayaran hingga pembebasan UKT.

“Kebijakan keringanan UKT sebenarnya sudah diterapkan IPB sejak lama. Tetapi sifatnya masih parsial. Kalau sekarang, kebijakan itu berlaku untuk semua,” kata Rektor IPB, Arief Satria ketika diminta tanggapannya terkait Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 25/2020 tentang Keringanan UKT, Sabtu (20/6/2020).

Sebagai informasi, Mendikbud Nadiem Makarim, Jumat (19/6/2020) mengeluarkan peraturan yang mengatur soal keringanan UKT. Kebijakan itu diambil setelah banyak usulan dari mahasiswa dan dosen, karena banyak dari mereka yang mengalami kesulitan finansial akibat pandemi covid-19.

Permendikbud No 25 Tahun 2020 itu berlaku untuk seluruh perguruan tinggi negeri (PTN). Untuk swasta, silakan atur sendiri karena pemerintah tidak boleh intervensi terlalu dalam. Pemerintah akan bantu berupa dana beasiswa diluar program KIP Kuliah untuk sekitar 410 ribu mahasiswa. Bantuan ini diprioritaskan untuk PTS.

Arief menjelaskan, opsi yang ditawarkan ke mahasiswa terkait keringanan biaya UKT beragam mulai dari pengurangan uang kuliah, cicilan pembayaran, bahkan ada beberapa mahasiswa yang bebas dari UKT jika memang keluarga tidak mampu bayar sama sekali.

“Caranya pun mudah, mahasiswa cukup mengajukan permintaan keringanan UKT ke dosen pembinanya, setelah itu diproses. Meminta keringanan biaya merupakan hal biasa di IPB,” ujarnya.

Sebelum ditetapkan dalam regulasi, lanjut Arief, rencana pemberian keringanan UKT sudah sepakati bersama para rektor di PTN. “Karena kepedulian itu harus ditegakkan. Komitmen membantu juga harus diwujudkan. Kriteria mahasiswa yang boleh mendapat keringanan diserahkan ke masing-masing kampus,” katanya.

Ditambahkan, jumlah mahasiswa IPB yang mengajukan keringanan UKT hingga saat ini telah mencapai ratusan orang. Namun, prioritas akan diberikan kepada mahasiswa yang benar-benar mengalami kesulitan ekonomi akibat terdampak covid-19.

“Semua pengajuan keringanan UKT sedang di proses. Tetapi solusinya akan beda untuk setiap mahasiswa,” katanya.

Menurut Arief, solusi yang ditawarkan bisa berupa pengurangan UKT mulai dari 10 hingga 100 persen, atau tak ada pengurangan tapi bayarnya bisa dicicil hingga beberapa kali. “Tinggal lihat kasusnya saja. Yang penting, tak boleh ada mahasiswa yang DO karena tidak sanggup bayar UKT,” ucap Arief menandaskan. (Tri Wahyuni)