Rektor UNJ Dikukuhkan jadi Guru Besar bidang Evaluasi Pembelajaran

0

JAKARTA (Suara Karya): Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof Dr Komarudin, M.Si akhirnya dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap UNJ Bidang Ilmu Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (P2K). Pasalnya, gelar profesor itu sudah diperolehnya sejak 1 September 2020.

Penundaan pengukuhan tersebut karena kasus corona virus disease (covid-19) saat itu di DKI Jakarta masih tinggi. Sehingga segala kegiatan yang tak selaras dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ditiadakan.

Pengukuhan mengambil momentum peringatan Dies Natalis UNJ ke-57. Acara digelar secara daring dan luring dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat di kampus UNJ Rawamangun, Jakarta. Pengukuhan bisa disaksikan lagi melalui kanal Youtube Edura TV.

Acara tersebut disaksikan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin; Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul halim Iskandar; Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid; Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto; Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda; Ketua Komite III DPD RI, Sylviana Murni; Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia/Ketua Dewan Penyantun UNJ: Jenderal (Purn) Wiranto.

Turut menyaksikan pula Sekjen Kemdikbudristek/Ketua Dewan Pengawas UNJ, Ainun Naim; Dirjen Dikti Kemdikbudristek, Nizam; Sekretaris Ditjen Dikti Kemdikbudristek, Paristiyanti Nurwardani; Deputi IV KSP/Ketua IKA UNJ: Juri Ardiantoro; Staf Khusus Presiden, Aminuddin Makruf; Direktur Sumberdaya, Kemdikbudristek, Sofwan Effendi; dan sejumlah rektor PTN.

Dalam pengukuhannya, Prof Komarudin menyampaikan orasi ilmiah berjudul ‘Toleransi Sosial: Persemaian dan Pengukurannya dalam Pembelajaran PPKn’. Substansi dari orasi itu merupakan sintesis antara pengalaman Tridharma Pendidikan Tinggi, khususnya dalam penelitian yang digelutinya selama ini. Yaitu, diskursus teori tentang evaluasi pembelajaran domain afektif, khususnya toleransi sosial.

Prof Komarudin menyebut sintesis tiga novelty atau kebaruan yang diperoleh dari hasil kajiannya, yaitu temuan konstruk dimensi dan indikator toleransi sosial; instrumen baku pengukur toleransi sosial; dan aplikasi pengolahan data untuk mengukur indeks toleransi sosial.

Selain Prof Komarudin, beberapa Guru Besar Tetap UNJ lainnya juga akan dikukuhkan dalam waktu yang tak lama. Dari 2020 hingga 2021, UNJ berhasil menambah guru besarnya hingga 22 orang. Pertambahan itu diharapkan membawa harapan besar bagi UNJ di masa depan. (Tri Wahyuni)