Rencana Andrea Pirlo di Juventus: Bangun Ulang Spirit Era Antonio Conte

0
Andrea Pirlo pada sesi latihan perdana Juventus musim 2020/2021 © Official Juventus

JAKARTA (Suara Karya): Andrea Pirlo punya referensi yang jelas terkait proyeknya bersama Juventus. Pelatih 41 tahun ingin mengembalikan antusiasme dan level klub seperti pada era kepelatihan Antonio Conte.

Juventus secara mengejutkan memilih Andrea Pirlo sebagai pelatih baru. Dia menggantikan tugas Maurizio Sarri yang didepak usai gagal membawa Juventus meraih juara Liga Champions.

Andrea Pirlo masih hijau di pentas kepelatihan, walau punya reputasi emas sebagai pemain. Andrea Pirlo baru seminggu bertanggung jawab sebagai pelatih Juventus U-23 dan belum punya lisensi melatih.

Andrea Pirlo belum pernah melatih klub di level senior. Dari sisi usia, Andrea Pirlo bahkan lebih muda dibanding Gianluigi Buffon. Namun, Juventus sangat yakin dengan pilihan mereka.

Duplikasi Tim Antonio Conte

Antonio Conte melatih Juventus pada 2011 hingga 2014 lalu. Saat itu, Juventus berupaya mengembalikan kejayaan di Serie A usai mendapat hukuman berat turun kasta ke Serie B akibat skandal calciopoli.

Antonio Conte langsung memberikan scudetto Serie A pada Juventus di musim pertamanya. Sejak saat itu, hingga kini, Juventus tak pernah berhenti meraih scudetto. Andrea Pirlo menjadi bagian dari tim racikan Conte itu.

“Mungkin kami bisa mencapai tingkat keinginan dan kohesi pada era itu,” ucap Andrea Pirlo dikutip dari Goal International.

“Itulah yang ingin saya kemukakan kembali, prinsip, DNA etos kerja dan pengorbanan, berkeringat untuk satu sama lain, dan hanya dengan cara ini Anda dapat mencapai tujuan,” sambungnya.

Juventus dianggap mulai kehilangan antusiasme di era Sarri. Walau mampu meraih scudetto, performa tim dianggap menurun dibanding musim-musim sebelumnya.

“Saya ingin membawa antusiasme, apa yang telah hilang akhir-akhir ini,” katanya.

Filosofi Andrea Pirlo

Andrea Pirlo menjanjikan sepak bola yang proaktif bagi Juventus. Andrea Pirlo ingin Juventus selalu dominan dalam penguasaan bola. Lebih dari itu, dia juga sudah siap dengan berbagai varian taktik untuk tim racikannya.

“Saya memberitahu para pemain dua hal: Anda harus selalu mempertahankan bola dan saat kehilangan, anda harus segera mengambilnya kembali dengan cepat,” kata Andrea Pirlo.

“Secara taktik kami bisa bermain dengan empat ataupun tiga bek, saya tidak menetapkan formasi,” ucap Pirlo. (Bobby MZ)