Resmi Diluncurkan, Pembangunan Kawasan Bisnis Tugu Koperasi Telan Biaya Rp200 Miliar

0

PURWOKERTO (Suara Karya): Pembangunan Kawasan Bisnis Tugu Koperasi di Tasikmalaya, Jawa Barat akan segera dimulai. Rencananya groundbreaking dilakukan pada Desember tahun ini dan pembangunan selesai pada 2021.

Pembangunan Kawasan Bisnis Tugu Koperasi resmi diluncurkan oleh Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga bersama Ketua Dekopin Nurdin Halid, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Ketua Forum Komunikasi Koperasi Besar Indonesia Iwan Setiawan dan Bupati Banyumas Achmad Husein, di sela-sela rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional ke-72, di Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis (11/7/2019).

Ridwan Kamil merupakan arsitek proyek pembangunan Kawasan Bisnis Tugu Koperasi yang diperkirakan menelan biayasebesar Rp 200 miliar ini.

Iwan Setiawan mengatakan, gagasan pembangunan Kawasan Bisnis Tugu Koperasi ini, muncul setelah pertemuan dengan Menteri Puspayoga yang mengajak Forkom Koperasi Besar Indonesia melakukan gebrakan monumental menandai kebangkitan gerakan koperasi di tanah air.

“Menteri juga mengundang kami melihat langsung Tugu Koperasi di Tasikmalaya yang ternyata kondisinya sangat memprihatinkan. Aset koperasi tidak terpelihara, padahal di tempat itu Kongres Pertama yang dihadiri oleh 500 patriot koperasi,” kata Iwan, yang juga Ketua Pengawas Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama.

Iwan menegaskan, Kawasan Tugu Koperasi kelak menjadi wajah baru yang menunjukkan citra koperasi Indonesia yang hebat dan maju. Di atas lahan seluas hampir satu hektare tersebut, akan dibangun hotel bintang 4 dan kawasan bisnis yang diantaranya diperuntukkan bagi pusat UKM Tasikmalaya.

“Pembangunan Kawasan Bisnis Tugu Koperasi tidak hanya untuk nilai komersial, juga ada idealisme dan gotong royong,” tegas Iwan.

Biaya untuk pembangunan proyek tersebut, dihimpun dari partisipasi koperasi. Untuk itu, akan dibentuk koperasi sekunder dengan nama Koperasi Perisai Karya Anak Bangsa.
Koperasi-koperasi diajak bergabung sebagai anggota dengan partisipasi simpanan pokok Rp 10 juta dan simpanan wajib Rp 25 juta. Diperkirakan return on investment (RoI) sebesar 13-14 persen dengan BEP pada tahun ke delapan. (Gan)