Revolusi Industri 4.0 Era Baru UKM Indonesia

0

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga menyebutkan bahwa Revolusi Industri 4.0 merupakan era baru bagi para enterpreneur di Indonesia yang harus dijadikan sebagai peluang emas untuk meningkatkan kinerja usahanya. Era Revolusi Industri 4.0 juga merupakan peluang besar untuk bisa menjadi seorang pengusaha.

“Saat ini, untuk menjadi pengusaha itu sangat mudah,” ujar Puspayoga, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (15/12/2018).

Dia mengatakan hal itu, pada acara Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) Expo ke-10 Tahun 2018, di Taman Gong Perdamaian Kertalanggu, Kota Denpasar, Bali.

Di acara bertema New Era Entrepreneurship yang dihadiri ratusan pelaku UKM yang didominasi kalangan generasi muda, Puspayoga mengatakan bahwa untuk menjadi seorang pengusaha saat ini tak perlu lagi membutuhkan modal besar. “Misalnya, untuk menjadi pengusaha hotel, tak perlu lagi membangun kamar hotel. Untuk menjadi pengusaha taksi tak perlu memiliki banyak mobil. Cukup memiliki aplikasi, kita sudah bisa menjadi pengusaha hotel dan taksi,” jelas Puspayoga.

Bahkan, lanjut Puspayoga, bagi para ibu yang hobi memasak, bisa menjual hasil masakannya secara online. “Orang mau beli satu cukup buka aplikasi, dan sate pesanan pun akan datang. Itulah wujud kongkrit dari era Revolusi Industri 4.0 yang sudah kita masuki bersama,” tegas Puspayoga.

Puspayoga pun mengajak para pelaku UKM harus mampu memotivasi khususnya kalangan generasi muda (milenial) untuk tidak selalu berpikir menjadi karyawan atau PNS. Melainkan harus mampu mengajak mereka untuk menjadi seorang enterpreneur.

“Tidak salah menjadi karyawan atau PNS. Tapi, kesempatan untuk itu sangat terbatas. Peluang yang amat terbuka saat ini adalah menjadi seorang pengusaha,” katanya.

Lebih dari itu, kata Menkop Puspayoga, saat ini pemerintah sangat memanjakan masyarakat yang memilih berkembang sebagai pengusaha.

Buktinya, bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) sudah diturunkan menjadi 7% dari sebelumnya sebesar 22%. Begitu juga dengan pajak penghasilan UKM turun dari 1% menjadi 0,5%.

“Ini merupakan bukti kongkrit pemerintah sangat mendukung pertumbuhan perekonomian rakyat, khususnya UKM,” ujar Puspayoga lagi.

Dengan banyaknya program kewirausahaan yang digulirkan pemerintah, Puspayoga pun menyebut rasio kewirausahaan Indonesia sudah naik secara drastis dari sebelum 2014 yang sebesar 1,65% menjadi 3,1% pada medio 2017.

“Saya yakin, pada 2019 mendatang, dengan sinergi dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder, rasio kewirausahaan nasional bisa mencapai level 5%,” tegas Puspayoga.

Oleh karena itu, Puspayoga memberikan apresiasi kepada PT HM Sampoerna Tbk dengan menggelar ajang akbar tahunan seperti ini di Indonesia yang merupakan sarana pembinaan bagi para UKM untuk mengembangkan kinerja dan kapasitas usahanya.

“Saya berharap program-program seperti ini bisa diikuti oleh perusahaan-perusahaan besar lainnya. Saya juga berharap agar program strategis seperti ini terus dievaluasi agar bisa terus ditingkatkan di tahun-tahun mendatang. Kita akan terus bekerjasama untuk membangun UKM Indonesia yang tangguh dan mandiri,” papar Puspayoga.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Urusan Korporasi PT HM Sampoerna Tbk Troy Modlin mengungkapkan, program seperti ini bertujuan untuk membantu pelaku UKM di Indonesia yang mampu eksis di era digital.

“Khusus untuk Provinsi Bali, kita akan membantu memadukan sektor UKM dengan pariwisata, khususnya dalam pengembangan UKM melalui sistem digital. Kita akan mengkolaborasikan antara industri wisata dengan ekonomi kreatif,” ujar Troy.

Troy juga menyebutkan era ekonomi baru yang serba digital itu merupakan tantangan besar bagi UKM. “Lewat program SETC Expo ini kami sudah membina lebih dari 40 ribu pelaku UKM di seluruh Indonesia. Kita akan terus memberikan pendampingan dan pelatihan bagi para UKM, khususnya menghadapi era digital ekonomi ini”, imbuh Troy.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali I Gede Dewa Indra Putra mengatakan bahwa ajang seperti ini diharapkan akan lebih meningkatkan jiwa wirausaha di kalangan generasi muda di Bali.

“Rasio kewirausahaan di Bali memang sudah tinggi, yaitu 7%. Namun, dengan adanya SETC Expo ini diharapkan rasio kewirausahaan akan lebih meningkat lagi. Saya juga berharap, program pemberdayaan dan pendampingan dari Sampierna bagi UKM khususnya di Bali, bisa lebih meningkat lagi di tahun mendatang,” pungkas Indra. (Gan)