Ribuan Sekolah Daerah 3T Kini Dapat Akses Internet

0

JAKARTA (Suara Karya): Semakin banyak sekolah di kawasan 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) kini dapat mengakses informasi lewat internet. Diharapkan, kualitas pembelajaran di wilayah tersebut semakin berkualitas.

“Tahun ini ditargetkan ada 682 sekolah di kawasan 3T dapat bantuan perangkat TIK (teknologi informatika dan komunikasi). Sebelumnya 518 sekolah. Jadi total ada 1.200 sekolah,” kata Kepala Pusat Teknologi dan Komunikasi (Pustekkom), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Gogot Suharwoto di Tangerang Selatan, Rabu (25/7).

Gogot menjelaskan, bantuan yang diberikan berupa peralatan TIK, seperti laptop, server mini dengan konten digital offline, access point dan LCD proyektor. Pihaknya juga memberi pelatihan kompetensi bagi guru TIK dan pemanfaatan pusat sumber belajar melalui portal online bernama Rumah Belajar.

“Bekerja sama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), kami juga memberi bantuan jaringan internet untuk sekolah garis depan. Tahun lalu 984 sekolah yang yang diberi akses internet lewat USO (universal service obligation),” ujarnya.

Menurut Gogot, akses teknologi dan infrastruktur digital sangat penting agar tercipta koneksi antarwarga untuk penguatan pendidikan, peluang ekonomi, serta penguatan nasionalisme di kawasan perbatasan dan pedalaman negeri ini.

“Diharapkan, pendidikan di kawasan perbatasan bisa menjadi pilar kedaulatan negeri ini. Karena para siswa di wilayah tersebut tak tertinggal informasi,” katanya.

Ditambahkan, Pustekkom pada Agustus mendatang akan mengadakan pelatihan kepada guru dan kepala sekolah garis depan di 10 titik kota. Dengan demikian para guru dapat memahami cara kerja perangkat TIK yang diberikan tersebut.

“Sebetulnya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk seluruh jenjang sekolah bisa dipakai untuk membangun koneksi internet. Namun masalahnya, masih ada sejumlah sekolah punya listrik atau saluran telepon.

“Ada tidaknya listrik dan telepon menjadi pertimbangan bagi sekolah penerima bantuan. Agar bantuan tidak mubazir. Sebenarnya bisa juga pakai satelit buat sekolah yang tak punya saluran telepon, tetapi kecepatannya terbatas, sekitar 2 mbps,” tuturnya.

Data Pustekkom per 2016 menunjukkan ada 48.065 sekolah yang belum terkoneksi internet. Dijabarkan, tingkat SD sebanyak 34.528, SMP 8.785, dan SMA 4.752. Selain itu, masih ada 15.063 sekolah yang belum memiliki listrik.

Gogot mengatakan, bantuan TIK yang diberikan Pustekkom memberi manfaat bagi sekolah. Itu terlihat pada 200 sekolah yang tahun ini menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Soal-soal UNBK diunduh dari server sangat memudahkan ujian. Karena tidak perlu menunggu datangnya naskah soal dari kota,” ujar Gogot menandaskan. (Tri Wahyuni)