Ridwan Hisjam Berjuang Selamatkan Golkar dari “Lubang Jarum”

0
Politisi Senior Partai Golkar, Ridwan Hisjam. (suarakarya.co.id/Staff Ridwan Hisjam)

JAKARTA (Suara Karya): Ketua DPP Partai Golkar, Ridwan Hisjam mengklaim dirinya telah ikut membesarkan Golkar bahkan meloloskan partai ini dari “lubang jarum” pada era reformasi (1998-2004). Kecintaannya terhadap partai berlambang pohon beringin ini, menjadikan Ridwan membulatkan tekadnya untuk mencalonkan diri pada Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar yang akan digelar pada Desember 2019 mendatang.

Diceritakan Ridwan, di era reformasi terjadi bongkar pasang kepengurusan Golkar. Saat itu, Ridawan yang merupakan Ketua DPD Golkar Provinsi Jawa Timur (2000-2004) berpikir keras bagaimana meloloskan partainya dari “lubang jarum”, karena pada masa itu tuntutan massa adalah pembubaran Golkar.

Dalam situasi genting, Ridwan selaku pengurus DPD Golkar Jawa Timur, berhasil meyakinkan masyarakat di provinsi itu dan hasilnya Golkar tidak bubar malah perolehan suara pada pemilu 1999-2004 naik signifikan yakni 45 persen, bahkan menjadikan Golkar sebagai partai pemenang pemilu kala itu.

“Pada tahun itu, suara Golkar di Jawa Timur dan Jawa Barat naik signifikan. Dua provinsi ini yang memastikan Golkar sebagai partai pemenang pemilu,” kata Ridwan Hisjam di Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Menurut Ridwan, pada kondisi sekarang, rakyat Indonesia sudah bisa menerima getaran dan paradigma baru Partai Golkar. Dengan demikian, partai ini tetap bisa diterima oleh masyarakat dan terbukti masih menjadi partai pemenang kedua dalam pemilu 2019 lalu.

Namun demikian lanjut Ridwan, mengelola partai saat ini memang harus disesuaikan dengan perkembangan zaman. Pesatnya pertumbuhan teknologi, dan banyaknya pemilih potensial dari kalangan milenial, menjadikan pimpinan dan pengurus partai harus terus melakukan inovasi untuk menarik hati para milenial untuk bergabung dan memilih Partai Golkar sebagai kendaraan politiknya.

“Saat ini, kalangan milenial bisa menjadi penentu mati dan berkembangnya partai. Ini perubahan zaman, kita harus mengikuti dan tidak mungkin menafikannya,” kata dia. (Bayu Legianto)