Ronny Kosasih Desak Polisi Proses Kasus Anggota DPR Herman Herry

0

JAKARTA (Suara Karya): Ronny Kosasih Yuniarto, korban kasus pengeroyokan oleh anggota DPR Fraksi Partai PDI Perjuangan Herman Herry pada 10 Juni 2018, mendesak aparat penegak hukum segera memproses kasus itu.

“Ini murni kasus pidana, mengapa Polisi tidak melakukan proses hukum lanjutan,?” Kata Ronny melalui siaran persnya yang diterima suarakarya.co.id di Jakarta, Minggu (17/2/2018).

Dikatakan Ronny, saat ini Herman Hery yang maaih mencalonkan diri menjadi caleg PDI Perjuangan masih bisa menghirup udara bebas bahkan berkampanye di daerah pemilihannya Dapil Jawa Timur I, meliputi wilayah Sidoarjo dan Surabaya. Padahal terlapor Herman Hery telah melakukan pengeroyokan terhadap saya dan istri di depan polisi pada tahun lalu, namun sampai saat ini belum terlihat gerakan signifikan dari penegak hukum.

Diungkapkannya, kondisi dia saat itu  dalam kondisi parah, karena menderita lebam dan terluka  pada bagian kepala, hidung, tangan, dan jari saya mengalami patah. Sementara itu, Iris, istri saya mengalami lebam di kaki dan rahang kanan, serta kedua lengan.

“Yang lebih menyebalkan itu, Herman Hery politisi asal NTT ini menduduki Komisi III dengan lingkup tugas di bidang hukum, hak asasi manusia, dan keamanan,” ujarnya.

Dia mempertanyakan keseriusan penegakan hukum. Karena,  terakhir Ronny mendengar Herman Herry dipanggil oleh penegak hukum.

“Saya mohon bantuan teman media untuk mengawal proses ini. Jangan sampai ada Ronny-Ronny yang lain seperti saya. Saat ini jari saya cacat seumur hidup,” katanya meminta. (Andara Yuni)