RRI Komitmen Berantas Korupsi Lewat Siaran Radio

0
suarakarya.co.id/Bayu Legianto

JAKARTA (Suara Karya): Radio Republik Indonesia (RRI) berkomitmen bersama pemerintah untuk melakukan pemberantasan korupsi, baik dilingkungan kerja maupun melakukan sosialisasi lewat program-program siaran radio. Demikian dikatakan Direkur Utama RRI M Rohanudin, dalam acara Malam Apresiasi Seni Puisi versus Korupsi, Gedung RRI, Jakarta, Sabtu (29/2/2020) malam.

Dikatakan Rohanudin, RRI merupakan radio pemerintah yang siarannya dapat menjangkau seluruh wilayah di Indonesia. Dengan berbagai program, mulai dari kesenian, dialog, serta berita dan informasi yang disiarkan, nantinya akan dikemas atau disematkan pesan bagaimana bahayanya korupsi bagi keberlangsungan dan kehidupan bangsa.

Dalam acara itu, dia juga menerjemahkan, gerakan memberantas korupsi melalui sebuah seni yang mendekat pada masyarakat. “Akhirnya kami satu ide, bahwa gagasan ini harus diterjemahkan dalam sebuah kegiatan. Karena Ketua KPK ingin menyampaikan pesan, bukan hanya memberantas korupsi, tetapi bagaimana masyarakat sadar tentang korupsi sangat membahayakan bagi masyarakat,” kata Rohanudin.

Pada kesempatan yang sama, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan kegiatan Malam Apresiasi Seni Puisi vs Korupsi merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat untuk menggaungkan kampanye gerakan melawan korupsi kepada seluruh rakyat Indonesia. Apalagi kegiatan ini disiarkan oleh RRI di seluruh Indonesia.

“Kegiatan ini bagus. Kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk mengajak seluruh rakyat Indonesia, anak bangsa, bahwa pemberantasan korupsi bisa dipakai dengan cara mengajak masyarakat melalui seni (puisi). Makanya tema hari yang digagas oleh Pak Dirut RRI adalah Seni Melawan Korupsi. Bagaimana sajak-sajak yang sudah disampaikan dan semuanya mengajak melakukan pemberantasan korupsi,” kata Firli.

Diketahui, hadir juga dalam acara tersebut Ketua PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster, Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Kepala Kanwil BPN DKI Jakarta Jaya, turut membacakan puisi. Mereka membacakan puisi-puisi yang berisikan tentang bahaya korupsi bagi sebuah kehidupan, baik manusia, generasi muda bahkan bagi bangsa dan negara Indonesia. (Indra DH)