Rumah Anak SIGAP Gandeng Pemprov Jateng Turunkan Angka Stunting!

0

JAKARTA (Suara Karya): Rumah Anak SIGAP berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Jawa Tengah dalam pencegahan stunting. Penanganan dilakukan lewat program edukasi dan pendampingan terhadap ibu hamil dan ibu yang memiliki anak bayi.

“Program Rumah Anak SIGAP ini sejalan dengan program 5 Ng yang dijalankan Pemprov Jawa Tengah, yakni Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (Jateng Gayeng memperhatikan ibu hamil),” kata
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis (21/7/22).

Menurut Ganjar, program pencegahan dan penanganan stunting harus dilakukan secara berkesinambungan dari mulai bayi dalam kandungan dan setelah bayi lahir. Karena itu, dia sangat mengapresiasi Program Rumah Anak SIGAP yang diinisiasi oleh Tanoto Foundation.

Ganjar berharap program itu bermanfaat untuk seluruh masyarakat dan anak-anak. Sehingga Indonesia bisa terbebas dari risiko stunting.

Sebagai informasi, Rumah Anak SIGAP mengembangkan model layanan yang membekali keluarga agar mampu memberi pengasuhan yang optimal kepada anak usia 0-3 tahun secara holistik dan terintegrasi dengan layanan kebutuhan esensial anak lainnya.

Anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation, Anderson Tanoto menegaskan kembali komitmen jangka panjang Tanoto Foundation dalam membantu pemerintah menurunkan angka stunting di Indonesia.

Anderson optimistis kerja sama ini dapat berjalan lancar dan memberi dampak positif bagi masyarakat di Provinsi Jawa Tengah. Kolaborasi pemerintah dan lembaga non-pemerintah ini diharapkan menginspirasi munculnya berbagai program serupa, yang akan berdampak optimal dalam menekan angka stunting.

“Dengan memberi perhatian lebih pada anak usia dini, kita dapat mencetak generasi bangsa Indonesia yang cemerlang,” kata Anderson.

Karena banyak penelitian menunjukkan, pembentukan hubungan atau kelekatan antara orang tua dan anak, bahkan sejak dalam kandungan memiliki peran penting dalam perkembangan motorik, bahasa (linguistik), kognitif dan sosial-emosional anak.

Adapun ragam layanan yang tersedia di Rumah Anak SIGAP adalah kegiatan kelompok pengasuhan tematik, kegiatan stimulasi dengan bermain, pendampingan individual (orang tua dan anak), kunjungan rumah, dan beragam kegiatan pendukung lainnya.

Selain pembentukan Tim Pendamping Keluarga (TPK), Rumah Anak SIGAP memberi pelatihan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) kepada tenaga kesehatan. Pelatihan dilaksanakan di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Banyumas. Selanjutnya diadakan di Kabupaten Tegal dan Kota Semarang.

Usai pelatihan, TPK diharapkan mampu melakukan tugasnya dalam melakukan pendampingan dan pengawasan kepada keluarga yang berisiko stunting setiap bulannya. Tema pelatihan meliputi zat gizi penting ibu hamil, peranan ayah, pemberian ASI Eksklusif dan ASI 2 tahun, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Sebagai informasi, Tanoto Foundation, organisasi filantropi independen di bidang pendidikan yang didirikan Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto pada 1981 telah melakukan berbagai program di tingkat nasional, daerah maupun komunitas, untuk mendukung pemerintah dalam menurunkan prevalensi stunting di Indonesia. (Tri Wahyuni)