Sambut 100 Hari Kerja, Menpora Zainudin Amali Dapat “Kado Terindah”

0

JAKARTA (Suara Karya) : Multi event dua tahunan ASEAN (SEA Games) ke 30 di Filipina sudah berakhir, Rabu (11/12). Kontingen Indonesia mampu memenuhi harapan Menpora Zainudin Amali meningkatkan peringkat dan jumlah medali yang diraih kontingen Indonesia dengan 72 medali emas, 84 perak dan 111 medali perunggu berada diperingkat  keempat.

Peningkatan peringkat dan melampaui target medali yang dicanangkan itu dapat dijadikan hadiah atau kado terindah pada Menpora yang menyambut 100 hari kerja setelah diberikan kepercayaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga era tahun 2019 – 2024.

Keberhasilan memimpin dan meningkatkan prestasi olahraga dikawasan ASEAN itu patut diberikan acungan jempol pada Zainudin Amali. Pasalnya, para seniornya setelah era reformasi mengalami kesulitan meningkatkan perolehan medali bagi kontingen Indonesia.

Namun dengan kepemimpinan Zainudin Amali sanggup membakar semangat para atlet nasional untuk merebutkan kembali jaman kejayaan olahraga dikawasan ASEAN, meski baru menaikkan peringkat dari lima keempat besar.

Tangan dingin Menpora dalam memberikan dorongan semangat pada atlet nasional yang akan berjuang kemedan laga itu terus digalakkan. Dengan harapan, olahraga nasional kembali disegani disetiap event olahraga di kawasan ASEAN.

Sebagai orang baru di dunia olahraga Menpora Zainudin Amali sebelumnya sempat ragu ketika memberikan target pada kontingen Indonesia yang hendak berjuang di Filipina. Awalnya hanya memberikan target bisa meraih 45 hingga 50 medali emas. Selanjutnya meningkat minimal mampu meraih 60 medali emas, namun kenyataan dilapangan para atlet mampu mengumpulkan 72 medali emas bagi Merah-Putih.

Dengan semangat menyala melalui karbo ntar kalau ada beli lagi dorongan mental dari para pemimpinnya, kontingen Indonesia terus menambah Raihan medali yang dikumpulkan. Bahkan sampai hari kesembilan kontingen Indonesia bertengger diurutan kedua klasemen sementara hingga pukul 16.05.

Selanjutnya pukul 17.10 dihari kesembilan kontingen Thailand menyodok diposisi dua, dikuti Vietnam. Sedang Filipina tetap berada diposisi pertama, sedang Indonesia diposisi keempat.¬† Posisi empat terus dipertahankan tim Merah – Putih melampaui lawan “bebuyutan” Malaysia di posisi lima.

Adapun Filipina sebagai tuan rumah hingga hari terakhir memimpin klasemen dengan 149 medali emas, 117 perak dan 121 perunggu. Tempat kedua diambil Vietnam dengan 98 medali emas, 85 perak dan 105 perunggu. Ketiga Thailand mengumpulkan 92 medali emas, 103 perak dan 123 perunggu. Adapun Indonesia pertahankan posisi keempat dengan 72 medali emas, 84 perak dan 111 perunggu. Sedang Malaysia yang selalu menjadi rival kontingen Indonesia terperosok ke peringkat lima dengan 55 medali emas, 58 perak dan 71 medali perunggu.

Dengan Raihan medali yang diukir Thailand dan Vietnam yang selalu cepat menyodok lawan-lawannya dapat menjadi catatan kontingen Indonesia bahwa cabang yang memiliki nomor cukup banyak seperti atletik, menembak, renang dan senam harus diperhatikan pembinaan atletnya kedepan, bila hendak menjadi pengumpul medali terbanyak.

Sedang olahraga beregu, perlu dievaluasi lebih dalam. Bila cabang beregu yang diproyeksikan ke SEA Games atau multi event lainnya tidak memiliki prestasi handal, jangan dipaksakan berangkat. Dengan harapan tidak muncul lagi kata-kata “rombongan sirkus” tampil di SEA Games. (Warso)