Sambut MPLS, Mendikbudristek Sapa Daring 14 Ribu Siswa SMK

0

JAKARTA (Suara Karya): Memasuki pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbduristek), Nadiem Anwar Makarim menyapa secara daring 14 ribu siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Indonesia.

Kepada mereka, Mendikbudristek berpesan untuk bangga dan beruntung menjadi pelajar SMK. Karena masa depan perekonomian Indonesia ditentukan oleh lulusan SMK.

“Karena hanya di SMK, peserta didik dapat keterampilan, baik ‘hardskill’ maupun ‘softskill’. Dengan keterampilan itu, saya yakin lulusan SMK bisa langsung kerja di industri, melanjutkan studi ke perguruan tinggi untuk memperdalam ilmu, atau membuka usaha sendiri,” tuturnya.

Mendikbudristek menyampaikan terobosan Merdeka Belajar untuk SMK yaitu SMK Pusat Keunggulan dan penerapan Kurikulum Merdeka dengan pembelajaran berbasis proyek. Pelajar SMK akan semakin merdeka untuk belajar dan berkarya.

“Jangan batasi ide dan gagasan kalian. Kerjakan dengan penuh semangat dan tak mengenal kata menyerah. Tentukan arah masa depan sesuai minat dan panggilan hati kalian masing-masing,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan para peserta didik untuk menjadi pemelajar sepanjang hayat yang kreatif dalam berkarya, kompeten dalam bekerja, dan berkarakter Pelajar Pancasila.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kiki Yulianti menyambut seluruh peserta didik SMK di Indonesia. “Manfaatkan waktu kalian selama di SMK untuk menjadi generasi Indonesia yang unggul,” ujarnya.

Kiki berpesan kepada siswa untuk tidak hanya mengambil dari satu sumber pembelajaran di SMK. “Anda bisa belajar dari siapa saja, dimana saja, tentang apa saja yang menarik perhatian. Jadikan lingkungan sebagai sumber belajar untuk manusia yang tangguh,” ucapnya.

Melalui tema “Berani Berkarya, Kompeten, dan Berwirausaha”, kegiatan Sapa Peserta Didik SMK se-Indonesia dimeriahkan dengan acara talkshow dengan narasumber dari alumni SMK yang kompeten di berbagai bidang.

Selain juga menghadirkan lulusan SMK yang sukses dalam berwirausaha, siswa SMK yang mengikuti program Sekolah Pencetak Wirausaha dengan omzet puluhan juta per bulan.

Sementara itu, Direktur SMK, Wardani Sugiyanto berharap kegiatan sapa tersebut dapat memberi bekal bagi peserta didik baru, sebagai bagian dari penguatan karakter Pelajar Pancasila dan bagaimana pembelajaran di SMK.

Pernyataan senada dikemukakan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemdikbudristek, Hendarman. Ia menyampaikan materi seputat profil pelajar Pancasila dan upaya menghapuskan tiga isu pendidikan.

“Tidak ada lagi tindakan-tindakan yang sangat tidak diinginkan di sekolah yaitu perundungan, intoleransi, dan pelecehan seksual,” katanya.

Hendarman juga berharap kepada kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan untuk terus menciptakan atmosfer yang sehat bagi peserta didik. Sehingga mereka dapat belajar dengan tenang, tanpa adanya gangguan persoalan perundungan, intoleransi, maupun pelecehan seksual.

“Jadikan sekolah kita sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi kita semua untuk belajar dan berkarya,” tuturnya.

Sebagai perwakilan SMK dari Sabang sampai Merauke, turut diundang SMK yang menjadi Pusat Keunggulan, yaitu SMKN 1 Cibinong, Jawa Barat; SMKN 9 Padang, Sumatera Barat; SMK Mikael Surakarta, Jawa Tengah; SMKN 2 Simpang Empat, Kalimantan Selatan; SMK YPK Serui, Papua; dan SMKN 3 Bitung, Sulawesi Utara.

Dalam kesempatan ini, sekolah-sekolah tersebut memperlihatkan praktik baik pelaksanaan MPLS di masing-masing sekolah. (Tri Wahyuni)