Duet Utut dan Eka Tak Terpisahkan
Sambut Tahun Baru 2023, PB Percasi “Songsong” Prestasi Pecatur Nasional

0

JAKARTA (Suara Karya) : Menyambut tahun baru 2023 PB Percasi tak pernah “surut” meningkatkan pembinaan atlet menuju prestasi puncak. Duet Ketua Umum PB Percasi, GM Utut Adianto dan Dewan Pembina PB Percasi, Ir. Eka Putra Wirya terus kobarkan pembinaan atlet catur menuju prestasi internasional dengan membidik gelar IM, GM hingga GM Super.

Pembinaan atlet cukup gencar terus digalakkan, meski di tahun 2022, Indonesia sempat dilanda era pandemi covid – 19. PB Percasi tetap melakukan terobosan membina dan meningkatkan prestasi atlet catur lewat kejuaraan yang digelar secara online.

Menggandeng sekolah Penabur
menggelar Festival Catur Pelajar Nasional. Bahkan tidak tanggung – tanggung mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) ketika pesertanya yang tampil secara online mencapai 1.393 atlet.

“Penghargaan dari MURI yang diterima sekolah BPK Penabur memberikan semangat tersendi. Dengan harapan dapat dilanjutkan setiap tahunnya, baik dengan cara online maupun bertanding tatap muka langsung setelah Pandemi Covid – 19 sirna, ” tegas Eka Putra Wirya.

Sekolah BPK Penabur sangat bersinergi dengan PB Percasi dan Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) yang berlokasi di Bekasi. Tampilnya 1.393 peserta dalam Festival Catur Pelajar Nasional BPK Penabur 2022 secara virtual merupakan angka dan jumlah yang fantastis.

Para pecatur yang berhasil meraih juara di delapan kelompok umur itu diberi kesempatan tampil dalam turnamen catur terbesar bertaraf internasional “Asian Youth Chess Championship” yang digelar 13-22 Oktober 2022 di Grand Inna Kuta, Bali.

“Mendapat kesempatan tampil di kejuaraan internasional yang diikuti 20 negara itu merupakan suatu peluang dan penghargaan dalam meningkatkan prestasi yang dimiliki bagi seorang atlet catur, ” tegas Utut Adianto saat itu.

Seusai tampil di AYCC lagi – lagi duet Utut dan Eka menempa atletnya lewat Catur “Perang Bintang” yang digelar di SCUA Bekasi 11 – 15 Desember 2022 yang diikuti pecatur remaja usia dibawah 20 tahun.

Para peserta yang tampil merupakan juara 1 – 3 pada Kejurnas Belitung 2021. Begitu juga pecatur peraih medali AYCC 2022 dan wildcard yang diberikan PB Percasi. Dengan begitu persaingan atlet muda terlihat jelas dan terprogram, bukan hanya terkenal lewat media sosial (Medsos).

“Tampilnya pecatur yang berusia 7 hingga 20 tahun di Perang Bintang diharapkan jenjang pembinaan catur di Indonesia terprogram secara matang untuk menghasilkan atlet berprestasi optimal, ” tegas Utut yang menjadi Ketum PB Percasi dua kali berturut – turut itu.

Kolaborasi

Sukses menggelar Catur Perang Bintang, Utut berkolaborasi dengan PT JAPFA menutup tahun 2022 dengan menggelar catur cepat JAPFA Chrismas Cup yang berlangsung 17 – 18 Desember 2022 di Auditorium Kemenpora, Senayan, Jakarta.

Berbagai rangkaian event yang digelar PB Percasi sepanjang tahun 2022 merupakan rangkaian dalam penempaan atlet menuju prestasi puncak. Kendati catur tidak ikut dipertandingkan di SEA Games tahun 2025 di Kamboja.

Dalam olahraga catur pembinaan dan Peningkatan prestasi atlet itu harus digalakkan tanpa harus mengacu ke multi event SEA Games maupun Asian Games. Dengan harapan, atlet catur selalu siap diturunkan diberbagai pertandingan baik mono event maupun multi event.

Dengan suasana dan kondisi seperti itu olahraga catur diperlukan atlet tangguh yang dipersiapkan sesuai program yang ada di PB Percasi. Begitu juga dengan jajaran pengurus nya juga dibutuhkan orang – orang yang tangguh dan mempunyai komitmen yang keras dalam memajukan prestasi para atletnya.

Duet Ketua Umum PB Percasi, GM Utut Adianto dan Dewan Pembina PB Percasi, Ir. Eka Putra Wirya tak dapat dipisahkan dan selalu diharapkan insan olahraga catur di Indonesia. Apalagi GM
Utut Adianto menjadi Presiden Federasi Catur Internasional (FIDE) Zona 3.3 Asia yang terpilih dalam Kongres FIDE di Chennai, India, Jumat (5/8/2022).

Sementara Eka Putra sebagai Dewan Pembina PB Percasi menyiapkan gedung sebagai Museum Catur Nasional di kawasan SCUA Bekasi. Kolaborasi Utut dan Eka putra Wirya cukup tangguh dan sangat didambakan masyarakat catur khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya. (Warso)