Samira Minta Pemerintah Bantu Pemasaran Mutiara Indonesia

0
(suarakarya.co.id)

JAKARTA (Suara Karya): Pengusaha mutiara asal Lombok, Nusa Tengara Barat, Samira, berharap pemerintah bisa membantu pemasaran produk mutiara asli Indonesia. Saat ini, pasar mutiara laut Indonesia (south sea pearl) masih terbatas Amerika, Jepang, dan China.

Samira, yang juga merupakan Direktur Mira South Sea Pearls mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi kekayaan laut yang berlimpah. Salah satunya sebagai penghasil produk laut non konsumsi seperti mutiara air laut, yang dihasilkan oleh spesies kerang mutiara yang hidup di laut.

Dikatakan Samira, mutiara merupakan salah satu komoditas sektor kelautan di Indonesia yang bernilai ekonomi dan memiliki prospek pengembangan usaha. Meski demikian, masih banyak masyarakat di Indonesia yang belum tahu akan kekayaan yang dimiliki Indonesia tersebut.

Namun demikian, keindahan mutiara Indonesia belum sepenuhnya didukung oleh kebijakan pemerintah yang membantu untuk membuka pasar luar negeri. Padahal, mutiara asal Indonesia merupakan salah satu yang terbaik di dunia.

“Kita pernah diajak Kementerian Perdagangan untuk ikut pameran di luar negeri, mungkin hanya itu saja bantuan dari pemerintah saat ini,” kata Samira kepada wartawan di Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Samira mencotohkan Filipina, di negara itu, pemerintahnya sudah mengklaim bahwa mereka punya Golden Pearl yang menjadi mutiara unggulan filipina.

“Kalau orang mau cari Golden Pearl, ya gambarannya mereka harus cari ke Filipina. Karena klaim mereka sudah mendunia, dan terbukti saat ini mereka jadi pusat penjualan Golden Pearl,” katanya.

Dia berharap pemerintah juga bisa melakukan hal yang sama. Karena selain mutiara merupakan perhiasan yang indah, industri ini juga membawa dampak ekonomi yang besar, mulai dari pembudidaya kerang mutiara, hingga pengrajin perhiasan.

Untuk lebih memperkenalkan mutiara laut asli Indonesia kepada dunia, Samira mengaku sering menggelar pameran-pameran di dalam dan di luar negeri. Dengan membawa model-medel cantik, dia menunjukan koleksi mutiara yang sudah dijadikan perhiasan seperti kalung, cincin, gelang dan anting. (Indra DH)