Sandiwara Sastra Raih Penghargaan Portcast Award 2021

0

JAKARTA (Suara Karya): Sandiwara Sastra besutan Ditjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) dengan Yayasan Titimangsa dan KawanKawan Media mendapat penghargaan Portcast Awards 2021 untuk kategori drama audio terpilih.

Perhelatan tersebut digelar Portcast.id, sebuah media informasi harian yang membahas skenario siniar (podcast) di Indonesia dan pusat kegiatan pertama ekosistem podcast di Indonesia.

Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid memberi apresiasi atas kinerja tim Sandiwara Sastra yang telah bekerja keras untuk mewujudkan capaian yang membanggakan.

“Penghargaan ini merupakan bukti, tim di Kemdikbudristek ikut mewarnai ruang media baru, sekaligus mengangkat kembali kejayaan sastra Indonesia,” kata Hilmar dalam siaran pers, Selasa (10/8/21).

Ditambahkan, Sandiwara Sastra adalah langkah untuk mendekatkan khazanah sastra Indonesia kepada publik. “Di masa lalu, sandiwara yang disiarkan lewat radio sangat populer. Lalu muncul media audio visual dan media sosial, sandiwara radio pun memudar seiring waktu,” tuturnya.

Tapi belakangan, lanjut Hilmar, sandiwara radio kembali marak setelah muncul media audio seperti podcast. Siniar (podcasr) Sandiwara Sastra dibuat untuk memperkaya wawasan siswa tentang sastra Indonesia dalam program Belajar dari Rumah (BdR) di masa pandemi covid-19.

“Alih wahana karya sastra Indonesia ke dalam medium audio itu digunakan untuk memperkenalkan dan menghidupkan kembali karya-karya sastra Indonesia,” kata Hilmar menegaskan.

Sebagai informasi, Portcast Awards 2021 merupakan sebuah apresiasi, yang dimulai dari genap satu tahun perjalanan Portcast.id. Ajang tersebut diharap menjadi pemantik bagi tumbuhnya ekosistem siniar Indonesia di masa depan.

Setelah mengikuti lebih dari 1.000 siniar dan mendengarkan lebih dari 2.370 episode, Portcast.id menyusun 8 kategori dan mengkurasi belasan kandidat untuk setiap kategorinya. Hasilnya, Sandiwara Sastra meraih salah satu kategori.

Portcast.id mengungkapkan, Sandiwara Sastra merupakan salah satu pionir kehadiran drama audio dalam katalog siniar Indonesia. Menyimak setiap episode yang diadaptasi dan diarahkan oleh Gunawan Maryanto, siniar itu dinilai mampu memberi pengalaman bagi pendengarnya di masa pandemi.

Sandiwara Sastra mendapat nilai sempurna dalam aspek tata produksi, kualitas suara dan isi. Gelaran seni itu dinilai efektif memperkenalkan karya-karya sastra terbaik kepada khalayak luas, dengan melibatkan seniman dan aktor-aktor terbaik dalam setiap episode.

Mereka yang terlibat dalam Sandiwara Sastra adalah aktor dan aktris lintas generasi yang tak hanya berbakat, tetapi juga berdedikasi pada seni peran, aktif di panggung teater dan memiliki kemampuan akting yang mumpuni.

Mereka adalah Adinia Wirasti, Ario Bayu, Arswendy Bening Swara, Asmara Abigail, Atiqah Hasiholan, Chelsea Islan, Chicco Jerikho, Christine Hakim, Eva Celia, Happy Salma, Iqbaal Ramadhan, Jefri Nichol, Kevin Ardilova dan Lukman Sardi.

Selain itu masih ada Lulu Tobing, Marsha Timothy, Mathias Muchus, Maudy Koesnaedi, Najwa Shihab, Nicholas Saputra, Nino Kayam, Oka Antara, Pevita Pearce, Reza Rahadian, Rio Dewanto, Tara Basro, Vino G Bastian dan Widi Mulia.

Produser dari alih wahana karya sastra itu adalah aktris film dan teater Happy Salma dan produser film Yulia Evina Bhara. Disutradarai oleh sutradara teater, aktor film, Gunawan Maryanto, Sandiwara Sastra dilengkapi dengan tata musik dan suara yang membuat alih wahana karya sastra semakin dapat dipahami maknanya.

Sandiwara Sastra tayang perdana pada 8 Juli 2020 pukul 17.00 melalui siniar audio @budayakita. (Tri Wahyuni)