Sanken Minta Bank Permata Tutup Rekening Terduga Pelaku Penipuan

0

JAKARTA (Suara Karya): PT Istana Argo Kencana (Sanken) mengimbau manajemen Bank Permata untuk segera menutup rekening atas nama PT. Sanken Ultra IND, yang disinyalir milik pelaku penipuan yang menampung uang para korban.

“Nomor rekening yg dipakai berubah terus dan menurut Bank Permata merupakan Virtual Account,”  kata Direktur Pemasaran PT Istana Argo Kencana (Sanken) Teddy Tjan, di Jakarta, Selasa (10/7/2019).

Dikatakan Teddy, nama rekening terduga milik pelaku penipuan itu memang embel-embel Sanken, tapi itu bukan rekening perusahaan yang mengeluarkan produk-produk elektronik di Indonesia.

Menurut Teddy, pihaknya sudah menyampaikan permohonan ini kepada manajemen Bank Permata dengan melampirkan surat bukti laporan penipuan dari Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Jika ini tidak ditindaklanjuti, ia khawatir akan semakin banyak korban yang kena tipu daya pelaku.

“Kan sudah ada surat bukti pelaporan bahwa rekening itu untuk menampung hasil kejahatan, ya Sanken sih berharap rekening tersebut segera ditutup oleh Bank Permata tanpa harus menunggu adanya permintaan dari pihak kepolisian. Ini korbannya sudah banyak,” katanya.

Dia mengungkapkan, nodus penipuan baru yang membawa nama Sanken masih saja berseliweran di dunia maya. Pelaku mengimingi-imingi produk Sanken dengan harga yang jauh di luar harga resmi.

Pelaku penipuan tersebut menggunakan beberapa website  yang mirip dengan website Sanken dan mengcopy isi website Sanken. Jadi ini yang membuat masyarakat terkecoh.

Ketika masyarakat tertarik untuk membeli, mereka harus mentrasfer sejumlah uang ke rekening tersebut. Namun produk tidak dikirimkan kepada konsumen yang membeli meski uang sudah ditransfer.

Untuk diketahui, Sanken sudah melaporkan tindakan penipuan dan pencemaran nama baik ini kepada Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada 19 Juni 2019. Namun, tetap saja tidak membuat pelaku menghentikan tindakan penipuannya.

“Pelaku ini kalau diperhatikan suka berganti-ganti website tapi tetap ada kata Sanken-nya. Jadi seolah-olah itu website resmi Sanken. Masyarakat harus mewaspadainya karena website resmi Sanken hanya satu yaitu www.sanken.co.id,” ujarnya.  (Bobby MZ)