Sasar Perusahaan, SehatQ Siap Luncurkan 2 Layanan Kesehatan Baru

0

JAKARTA (Suara Karya): Perusahaan penyedia layanan kesehatan berbasis teknologi, SehatQ siap meluncurkan dua layanan kesehatan baru pada tahun ini. Layanan tersebut untuk memfasilitasi kebutuhan individu dan perusahaan di masa pandemi.

Chief Commercial Officer SehatQ, Andrew Sulistya dalam siaran pers, Selasa (15/2/22) menyebut dua layanan itu adalah ‘telemed cashless’ dan ‘Administration Service Only’ (ASO).

“Telemed cashless adalah layanan untuk pengguna asuransi atau karyawan yang dapat manfaat (benefit) kesehatan dari perusahaan,” ujarnya.

Ditambahkan, pengguna dapat menggunakan asuransi atau manfaat kesehatan dari perusahaan untuk konsultasi dokter secara online melalui aplikasi atau situs SehatQ.

“Selain tak perlu pergi ke rumah sakit, layanan telemed cashless juga memudahkan pengguna saat bertransaksi di platform SehatQ,” ucapnya.

Untuk menggunakan fitur itu, lanjut Andrew, pengguna cukup memasukkan nomor kartu atau kepesertaan ke dalam platform SehatQ saat konsultasi pertama. Selanjutnya, nomor kartu tersebut tersimpan dalam akun pengguna untuk memudahkan konsultasi berikutnya.

“Selain memberi kemudahan pada individu, layanan telemed cashless juga memberi keuntungan pada pihak asuransi atau perusahaan yang mengelola benefit kesehatan karyawannya secara mandiri,” tuturnya.

Layanan itu, menurut Andrew, akan membantu mengurangi jumlah klaim rasio. Karena harga konsultasi dokter di SehatQ lebih terjangkau dibanding ke rumah sakit.

Layanan telemed cashless sedang tahap pengembangan. Fase pertama berupa fasilitas telekonsultasi cashless, yang dapat dinikmati pengguna pada Maret 2022. Fase berikutnya, pengguna tak hanya bisa berkonsultasi, tetapi juga membeli obat yang diresepkan dokter secara cashless (tak pakai uang tunai)

Untuk layanan kedua, pendiri SehatQ, Linda Wijaya menjelaskan, ASO akan membantu perusahaan dalam mengelola manfaat kesehatan karyawannya. Lewat layanan itu, perusahaan dipermudah dalam urusan pendaftaran keanggotaan, pengaturan rencana dan manfaat kesehatan, hingga pemrosesan klaim.

“Meski terkesan mirip, layanan ini berbeda dengan asuransi pada umumnya. Perbedaan itu terletak pada fleksibilitasnya,” ujar Linda.

Selain itu, menurut Linda, paket kesehatan yang diberikan asuransi umumnya tidak bisa diubah. Jadi, perusahaan harus mengikuti plan yang diberikan pihak asuransi.

“Melalui ASO SehatQ, perusahaan dapat mengatur dan memilih sendiri produk kesehatan yang akan dimasukkan dalam benefit kesehatan untuk karyawan,” katanya menegaskan.

Selain produk kesehatan, perusahaan juga bisa menentukan syarat dan ketentuan benefit kesehatan yang diberikan untuk karyawan. Mulai dari batasan usia peserta, jumlah anak peserta yang ditanggung perusahaan dan sebagainya.

Layanan ASO SehatQ memberi keleluasaan kepada perusahaan untuk mengelola jaminan kesehatan karyawan. Besaran ASO fee, atau disebut premi dalam asuransi, bisa diatur sesuai kemampuan ekonomi perusahaan.

“Hal itu membuat biaya ASO SehatQ lebih terjangkau dibanding asuransi,” ucap Linda.

Karyawan dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang diberikan perusahaan di rumah sakit mitra ASO SehatQ. Selain di rumah sakit rekanan, peserta juga bisa menggunakan layanan kesehatan di situs atau aplikasi SehatQ, misalkan konsultasi online dengan dokter.

“Rencananya, layanan ASO SehatQ akan diluncurkan pada akhir tahun 2022 ini,” katanya menandaskan. (Tri Wahyuni)