Sasar Siswa SD, Mentari Group Gelar Jambore Nasional ‘Ibu Pertiwi’

0

JAKARTA (Suara Karya): Mentari Group bersama ASTA Ilmu Publishing menggelar jambore Nasional bersama ‘Ibu Pertiwi’. Perhelatan tersebut menyasar siswa sekolah dasar (SD) di Indonesia.

“Penggunaan nama Ibu Pertiwi merujuk pada program buku pembelajaran yang kami terbitkan untuk kelas 1-6 SD,” kata Founder yang juga CEO Mentari Group, Anna Rimba Phoa dalam keterangan pers secara daring, Selasa (8/11/22).

Buku tersebut, lanjut Anna, disusun khusus untuk membangun karakter bangsa berdasarkan nilai-nilai Pancasila dengan metode pembelajaran pendekatan bercerita (story telling) dan saintifik.

“Upaya ini bagian dari komitmen Mentari Group dalam mendukung pembangunan karakter bangsa,” ucap Anna menegaskan.

Tentang kegiatan jambore nasional, diharapkan bisa menjadi wadah bagi siswa SD untuk bersosialisasi, berkreasi, dan berprestasi sesuai pengamalan profil Pelajar Pancasila yang mereka pelajari selama menggunakan Ibu Pertiwi.

Program Ibu Pertiwi telah digunakan berbagai sekolah di Indonesia sebagai upaya membangun dan membekali peserta didik menjadi generasi emas Indonesia pada 2045. Hal itu sekaligus bekal menghadapi dinamika perubahan di masa depan.

“Kekuatan program nantinya akan disempurnakan pada Jambore Nasional bersama Ibu Pertiwi 2023,” tutur Anna.

Pelatih pada Jambore Nasional, Kurnia Setiawan mengatakan, Jambore Nasional 2023 merupakan wujud nyata dari penerapan Pancasila dalam kehidupan siswa setiap harinya.

Menurut Kurnia, Pancasila merupakan konsensus, dimana melalui pendidikan penerapannya akan memiliki kekuatan. Hal itu seperti disampaikan Presiden Jokowi perlu kreativitas dan kolaborasi dengan banyak pihak dalam implementasi pendidikan karakter berdasarkan profil Pelajar Pancasila ini.

“Terima kasih kepada Mentari Group yang menjadi inisiator Jambore Nasional bersama Ibu Pertiwi. Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan dan kolaborasi antara sekolah dan guru dalam kegiatan yang memberi manfaat dalam pengembangan karakter dan kreativitas siswa,” ujar Kurnia.

Lewat Jambore Nasional bersama Ibu Pertiwi, peserta diajak untuk mengaktualisasikan karakter bangsa berlandaskan Pancasila melalui kegiatan pameran, aktivitas bermain, bercerita dan presentasi.

Dengan demikian, akan terbangun suasana pembelajaran yang komprehensif, integratif, dan aplikatif. Melalui kegiatan itu, nilai-nilai Pancasila (Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan YME, Berakhlak Mulia, Berkebinekaan Global, Bernalar Kritis, Mandiri, Gotong Royong, dan Kreatif) ditanamkan dengan cara kreatif dan menarik.

“Jambore diharapkan menjadi terminal bagi pembangunan karakter anak melalui program Ibu Pertiwi yang digunakan di kelas,” katanya.

Siswa dan guru yang mengikuti jambore akan lebih bersemangat dan termotivasi dalam memaksimalkan pembelajaran dan pengembangan karakter peserta didik lewat pemanfaatan fitur-fitur yang ada di buku Ibu Pertiwi.

Rangkaian kegiatan diawali sesi sosialisasi persiapan Jambore pada Selasa (8/11/22). Kemudian dilanjutkan dengan lomba proyek kreatif untuk siswa yang berlangsung sejak Januari hingga Maret 2023.

Puncak Jambore Nasional bersama Ibu Pertiwi akan diadakan pada 3 Juni 2023 dan diikuti siswa dari 50 sekolah pengguna Ibu Pertiwi di Indonesia.

Pada puncak acara, peserta Jambore akan disuguhkan beragam agenda interaktif, seperti permainan Ular Tangga Pancasila, Presentasi Karya Kreatif Siswa, Kegiatan Bercerita (story telling), dan lainnya.

Harapannya, Jambore Ibu Pertiwi dapat diselenggarakan secara berkelanjutan dalam skala yang lebih luas setiap tahun.

Sebagai informasi, Mentari Group adalah penyedia solusi dan layanan terpadu untuk pendidikan di Indonesia, mulai dari penyediaan bahan ajar bermutu, program pelatihan guru dan pimpinan sekolah, hingga penyelenggaraan ujian bahasa Inggris berstandar internasional kerja sama dengan Cambridge Assessment English yang berpusat di Inggris. (Tri Wahyuni)