Satukan Umat Jelang Pilpres, Indonesia Murojaah Gelar Taubat Nasional

0
Pembina Indonesia Murojaah, Deni Daruri

JAKARTA (Suara Karya): Jelang Pilpres 2019, ulama bergerak untuk menyatukan rakyat agar tidak terpecah pecah akibat kepentingan politik. Ulama yang tergabung Indonesia Murojaah ini, akan menggelar aksi Taubat Nasional pada Minggu (18/11/2018). Acara ini, salah satunya melantunkan hafalan Alquran per jus dari Aceh hingga Papua.

Pendiri Indonesia Murojaah, KH Deden Muhammad Makhyaruddin mengatakan, aksi Taubat Nasional yang diinisiasi Indonesia Murojaah ini, melibatkan sedikitnya 30 ribu penghapal Alquran (hafidz) di 34 provinsi. Mereka akan melantunkan hafalan Alquran masing-masing 1 juz per provinsi.

“Masing-masing provinsi membaca satu juz dengan formasi mengurut dari Aceh sampai Papua. Yakni Aceh membaca juz 1, Sumatra Utara membaca juz 2, dan seterusnya. Jakarta sendiri, yaitu yang berpusat di Masjid Istiqlal, kebagian membaca juz 11, Jawa Barat juz 12, dan Banten juz 13,” ujar KH Deden, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/11/2018).

Kata dia, Taubat Nasional ini bisa dilakukan semua orang. Bagi yang belum hapal bisa membaca Alquran sesuai juz provinsinya. Khusus di DKI Jakarta, kegiatan ini dipusatkan di Mesjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

“Silahkan bergabung ke Istiqlal atau ke tempat-tempat penyelenggaraan di setiap provinsi. Seperti lembaga-lembaga tahfizh, pesantren-pesantren, majlis-majlis, masjid-masjid, dan tempat-tempat pengajian lainnya,” papar KH Deden.

Dapat pula membaca sendiri-sendiri di tempat masing-masing, di mana saja berada. Bagi yang belum bisa membaca Alquran bisa ikut dengan datang ke tempat Murojaah terdekat untuk mendengarkan.

“Agar bangsa ini larut bersama Kitab Allah dan melupakan ramainya berita-berita tentang negeri ini yang panas. Karena kita tidak tahu siapa dari doa kita yang paling diijbah Allah,” ungkapnya.

Sementara Deni Daruri, Pembina Indonesia Murojaah mengatakan, 18 November 2018 akan menjadi saksi taubatnya negeri ini, agar keluar dari segala bencana yang melanda, menuju negeri subur-makmur yang mendapat ampunan Allah (Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafuur).

“Rasulullah Saw bersabda kepada sayidina Ali bin Abu Thalib: Ingatlah. Benar-benar akan terjadi bencana. Ali bin Abu Thalib berkata: Apa jalan keluarnya? Beliau menjawab: Kitab Allah (Alquran),” papar Deni.

Deni mengatakan, Indonesia memiliki banyak penjaga Alquran. Sekurang-kurangnya tersebar 30 ribu hafizh dari Aceh hingga Papua. Tentu akan ada perubahan yang besar jika mereka dalam waktu yang bersamaan memimpin taubat bangsa ini dengan murojaah Alquran.

“Indonesia akan keluar dari bencana alam, bencana sosial, bencana akhlak dan bencana-bencana lain yang kerap dan terus mengancamnya,” kata ekonom Center of Banking Crisis (CBC) ini.

Di miladnya yang ke 2, lanjut Deni, Indonesia Murojaah sebagai organisasi yang mewadahi aspirasi para hafizh Alquran seluruh Indonesia, mengajak bangsa ini untuk bertaubat secara Nasional dengan murojaah Alquran serentak di 34 provinsi dari jam 16:30 sampai 17:30 yang berpusat di masjid Istiqlal, Jakarta. (Gan)