Schneider Indonesia Bantu Peningkatan Kompetensi 125 SMK Bidang Kelistrikan

0

JAKARTA (Suara Karya): Perusahaan asal Prancis, Schneider Electric Indonesia membantu peningkatan kompetensi 125 sekolah menengah kejuruan (SMK) bidang kelistrikan, energi terbarukan dan otomasi industri di Tanah Air.

Bantuan senilai Rp26 miliar tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan asing lainnya yang ingin membantu pemerintah Indonesia dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul dan berkualitas.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek), Suharti dalam acara selebrasi kerja sama Indonesia-Prancis, di SMKN 1 Cikarang Selatan, Kamis (2/6/22) memberi apresiasi kepada Pemerintah Prancis dan PT Schneider Indonesia atas bantuannya dalam menghasilkan lulusan vokasi berkualitas.

“Kami harap ke depan semakin banyak industri yang menjadikan SMK sebagai bagian dari daya saing peningkatan ekonomi dan produktivitas di Indonesia,” katanya.

Suharti mengungkapkan, keterlibatan Pemerintah Prancis dan Schneider Electric Indonesoa menjadi bukti kepada publik bahwa SMK saat ini telah mendapat kepercayaan dari industri berskala internasional.

“Kerja sama ini merupakan bentuk diplomasi dari dua negara. Karena itu, poin-poin kerja sama harus bersifat saling menguntungkan. Pendidikan vokasi jika sudah ‘link and match’ akan memberi sumbangsih dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain meningkatkan daya saing SDM kita di kancah global,” tuturnya.

Suharti meyakini, program ‘link and match’ yang diprakarsai kedua belah pihak mampu mengkatalisis revitalisasi SMK. Hal itu dimulai dari perencanaan melalui sinkronisasi kurikulum, pemenuhan peralatan, penyediaan ruang praktik, guru tamu, optimalisasi magang kerja, uji sertifikasi berstandar industri, hingga pada penerimaan tamatan.

“Selain pelatihan guru kejuruan, ruang lingkup kemitraan yang telah dilaksanakan adalah pembangunan ruang praktik siswa,” ujarnya.

Ditambahkan, koordinasi dan kolaborasi antara SMK, pemerintah pusat, pemerintah daerah, industri, pemerintah Prancis, dan orang tua murid yang solid akan menjadi solusi atas tantangan kebutuhan tenaga kerja di masa kini dan masa depan, serta lulusan yang akan menjadi wirausaha.

Hal senada dikemukakan Direktur SMK Wardani Sugiyanto. Katanya, program kerja sama dengan pemerintah dan perusahaan Prancis merupakan akselerator dari revitalisasi vokasi yang digagas Presiden Joko Widodo.

Melalui SMK Pusat Keunggulan, kemitraan antara industri dengan SMK dapat diimplementasikan melalui sejumlah skema, baik pada program CSR, penyediaan SDM melalui manajemen talenta dan juga lini produksi.

Sementara itu, Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Olivier Chambard menyatakan kerja sama Pemerintah Prancis, Pemerintah Indonesia, dan Schneider Electric merupakan kolaborasi publik-swasta yang komprehensif di sektor pendidikan.

“Kami sangat senang karena bisa ikut andil dalam pengembangan sistem pendidikan kejuruan di Indonesia. Kami berterima kasih kepada para tenaga pelatih, Schneider Electric Foundation dan Schneider Electric Indonesia atas transfer teknologi dan pengalamannya,” ucap Olivier Chambard.

Cluster President Schneider Electric Indonesia & Timor Leste, Roberto Rossi mengungkapkan, kemitraan Schneider Electric Global bersama Pemerintah Prancis di bidang pendidikan telah berlangsung selama 50 tahun.

“Kerja sama itu fokus pada pelatihan bagi guru dan siswa SMK, perguruan tinggi vokasi, dan penyediaan teknologinya,” ujar Roberto Rossi.

Ditambahkan, Schneider Electric terus berkomitmen untuk menjadi mitra industri dalam transformasi ekosistem pendidikan yang bermanfaat bagi generasi mendatang.

“Misi kami adalah mempersiapkan ahli kelistrikan untuk menjawab tantangan masa depan, dan menjadi mitra strategis dalam sektor pendidikan yang sesuai dengan perkembangan dunia industri,” ujarnya.

Roberto juga menekankan urgensi transformasi sektor pendidikan untuk mengatasi isu prioritas dunia yang saat ini tengah dibahas di Presidensi G20 Indonesia, yaitu transformasi digital dan transisi energi berkelanjutan.

“Teknologi yang memungkinkan transformasi industri dan transisi energi bersih telah ada saat ini. Penentu kesuksesan itu ada pada SDM yang melakukannya. Untuk itu perlu ada upaya berkelanjutan guna mendukung pembangunan SDM di Indonesia,” kata Roberto.

Untuk informasi lebih lanjut terkait Pusat Keunggulan (Center of Excellent/CoE) bidang Kelistrikan, Otomasi Industri dan Energi Terbarukan, dapat mengunjungi laman https://earecoebandung.id/id. (Tri Wahyuni)