SehatQ Lebarkan Bisnis ke B2B, Sediakan Layanan Kesehatan bagi Karyawan

0

JAKARTA (Suara Karya): Setelah sukses dengan model bisnis Business to Customer (B2C), start up bidang teknologi kesehatan SehatQ memutuskan untuk melebarkan sayapnya ke arah korporasi atau Business to Business (B2B).

Keputusan ini dianggap langkah yang tepat di masa pandemi seperti sekarang ini. Karena banyak perusahaan yang menaikkan anggaran untuk healthcare atau perawatan kesehatan karyawannya.

“Kami lihat ada peluang untuk paket layanan kesehatan berbasis teknologi dengan harga yang sangat terjangkau untuk perusahaan,” kata Chief Commercial Officer (CCO) SehatQ, Andrew Sulistya dalam siaran pers, Selasa (19/10/21).

Menurut Andrew, SehatQ berhasil mengakusisi market B2C dengan baik. Hal itu bisa dilihat dari traffic yang mencapai 27 juta session per bulan. Hal itu membuktikan bahwa SehatQ diterima dengan baik oleh konsumen.

“Lewat modal data pengunjung yang tinggi ini, kami ingin mengembangkan bisnis dengan menyediakan berbagai layanan untuk perusahaan,” ujarnya.

Andrew berharap SehatQ bisa menjadi mitra bagi perusahaan. Ada tiga alasannya, karena SehatQ menyediakan ahli kesehatan yang terpercaya. Kedua, respon yang cepat dan platform yang mudah digunakan.

Disebutkan, beberapa paket layanan kesehatan yang disiapkan SehatQ. Di antaranya, program digital membership (DigiQare) bagi karyawan perusahaan. Berbagai kemudahan yang didapat, antara lain, akses layanan kesehatan seperti konsultasi gratis dengan dokter umum, konsultasi dengan dokter spesialis, booking layanan kesehatan di rumah sakit, klinik, laboratorium, hingga dapat voucher untuk beli obat di toko online SehatQ.

“Selain itu, ada juga layanan Healthcare Service on Demand yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Hal itu mulai dari paket isolasi mandiri, program vaksinasi hingga medical check up,” ujarnya.

Ditambahkan, beragam fitur kesehatan dari SehatQ akan mempermudah karyawan untuk mengakses layanan yang diperlukan. Perusahaan pun memiliki ‘dashboard’ untuk memantau penggunaan layanan kesehatan dari karyawannya, sehingga baik perusahaan maupun karyawan bekerja dengan nyaman di masa pandemi ini.

Andrew menambahkan, adanya target market yang baru ini diharapkan pada akhir 2022, SehatQ bisa bekerja sama dengan lebih dari 200 perusahaan di Tanah Air. Targetnya, ada penambahan keanggotaan hingga lebih 30,000 orang. Selain itu, SehatQ akan menambah jumlah rekanan apotek dan fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes).

“Kami menargetkan hingga akhir 2022, jumlah rekanan apotek dan Fasyankes bisa mencapai lebih dari 1,500 mitra,” ujarnya.

Meski demikian, SehatQ juga tetap mengembangkan layanan perseorangan. Dengan model pengembangan bisnis yang baru ini, perusahaan yakin akan terus menambah jumlah traffic setiap bulannya. (Tri Wahyuni)