Sekjen PP PCI : Melalui PON XX Papua, Dapat Dijadikan Evaluasi Menuju Asian Games 19 di China

0

JAKARTA (Suara Karya): Pertandingan cabang Cricket di PON XX Papua di lapangan Cricket Doyo Baru Kabupaten Jayapura, berakhir 4 Oktober 2021. Namun ingatan masyarakatan di Papua khususnya dan Indonesia pada umumnya masih melekat.

Perhelatan semua tim yang tampil di PON XX Papua memberikan kenangan khusus bagi masyarakatnya. Apalagi saat tim tuan rumah meraih tampuk juara di nomor super six putri setelah mengalahkan tim Bali di final

Begitu pula tim putra, tuan rumah Papua meraih medali perak. Adapun medali emas diambil tim Bali setelah unggul atas Papua di final. Tim Bali tampil optimal karena pembinaan atletnya cukup berjenjang mulai pemula, jumior hingga senioar

“Tuan rumah berhasil meraih medali emas dan perak saat menggelar PON XX di Kabupaten Jayapura merupakan catatan sejarah tersendiri. Dengan harapan, olahraga cricket mampu berkembang lebih cepat di Tanah Papua,”jelas Sekjen PP PCI Albert Tangkudung di Jayapura, kemarin.

Albert yang juga Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melanjutkan, persaingan pertandingan tim cricket di PON XX Papua cukup ketat. Dengan begitu, perkemangan cricket di daerah mulai merata.

Semua itu terpantau dari hasil medali yang diperebutkan, sembilan tim yang tampil mampu membawa pulang medali. Seperti kontingen cricket Bali meraih 3 medali emas, 2 perak dan 1 perunggu keluar sebagai juara umum.

Posisi kedua diikuti kontingen Cricket dari DKI Jakarta dengan mengumpulkan 2 medali emas dan 3 perunggu. Ketiga ditempati tuan rumah Papua mengumpulkan 1 medali emas dan 2 perak.

Urutan keempat diambil kontingen cricket Kalimantan Timur dengan 1 perak dan 1 perunggu. Adapun kelima diraih tim NTT dengan 1 perak.

Sedang mantan tuan rumah PON 19 Jabar tahun 2016 berhasil mengumpulkan 3 medali perunggu berada diposisi ke 6, diikuti kontingen cricket dari Banten mengoleksi 2 perunggu diurutan ketujuh.

Adapun tempat kedelapan diambil kontingen cricket dari Sumatera Barat dengan 1 medali perunggu. Begitu pula dengan kontingen dari Sumatera Selatan dengan 1 perunggu berada diurutan sembilan dalam klasemen terakhir.

Berhasil membawa pulang medali dari semua kontingen yang tampil di PON XX Papua membuat Albert sebagai Technical Delegate (TD) cabor cricket merasa lega. Karena semua itu membuktikan persaingan dalam pertandingan berjalan sengit untuk menyumbang medali terbaiknya bagi daerahnya masing-masing.

Melalui persaingan ketat yang ditampilkan atlet dari setiap daerah yang tampil dalam pertandingan, memperlihatkan peningkatan prestasi yang dimiliki. Dengan begitu kata Albert lagi, dapat dijadikan sebagai pantauan atlet yang bisa dijaring masuk tim nasional Indonesia menuju multi event internasional.

Albert berharap, setelah SEA Games di Vietnam ditunda, kesempatan tampil di Asian Games 19 di China tahun 2022 cukup besar sekali. Dengan begitu, sudah seharusnya mempersiapkan atlet sedini mungkin, minimal setelah PON XX Papua selesai atlet yang terjaring masuk tim nasional sudah melakukan Pelatnas.

Bisa tampil di Asian Games 19 di China juga dapat dijadikan sejarah tersendiri bagi atlet tampil di lapangan baru bertaraf internasional. Pertama di Papua dan kedua di China. Karena China sudah membangun lapangan cricket baru bertaraf internasional.

Adanya lapangan cricket bertaraf internasional di Papua, bisa dijadikan tempat latihan bagi atlet yang dipersiapkan ke Asian Games 19 di China. Selain menggelar event – event bertaraf internasional, di Tanah Papua dapat mempersiapkan atlet menuju Asian Games di China. . Semoga. (Warso)