Sekolah di Wilayah PPKM Level 1-3 Boleh Gelar PTM Terbatas

0

JAKARTA (Suara Karya): Sekolah di wilayah dengan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1-3 boleh melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Namun, hal itu tidak berlaku pada sekolah di wilayah PPKM level 4.

“Sekolah di wilayah PPKM level 4 tetap laksanaoan pembelajaran jarak jauh (PJJ),” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek), Hendarman, Selasa (10/8/21) terkait pengumuman perpanjangan PPKM dari 9 Agustus hingga 16 Agustus 2021.

Kendati diperbolehkan PTM Terbatas, lanjut Hendarman, sekolah di wilayah level 1-3 diminta tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, kesehatan dan keselamatan bagi seluruh insan pendidikan dan keluarganya.

Hal itu diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03/KB/202l, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Hendarman menjelaskan, pembelajaran di masa pandemi berlangsung secara dinamis menyesuaikan risiko kesehatan dan keselamatan masing-masing wilayah, sebagaimana ditetapkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).

Disebutkan, tiga Inmendagri yang diterbitkan pada Senin(9/8/21), yakni Inmendagri No 30 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan PPKM Level 4, Level 3, dan Level 2 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali; Inmendagri No 31 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan PPKM Level 4 Covid-19 di Wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Papua.

Selain itu, masih ada Inmendagri No 32 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1 Serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Tentang PTM terbatas di wilayah PPKM level 1-3, Hendarman menambahkan, orangtua atau wali di wilayah PPKM level 1-3 memiliki kewenangan penuh dalam memberi izin kepada anaknya untuk memilih antara PTM terbatas atau PJJ.

“Sekolah wajib menyediakan opsi PTM terbatas dan PJJ, serta tidak melakukan diskriminasi kepada peserta didik yang memilih opsi PJJ,” ucapnya menegaskan.

Pandemi covid-19 yang berlangsung lebih dari 1,5 tahun berpotensi menimbulkan dampak sosial negatif seperti putus sekolah, hilangnya minat belajar, kesenjangan capaian belajar dan kekerasan pada anak. Karena itu, SKB 4 Menteri yang diterbitkan pada Maret 2021 mengatur akselerasi PTM terbatas dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

Untuk itu, Kemendikbudristek mengajak seluruh elemen mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan untuk berkoordinasi erat guna memastikan dampak sosial negatif dari PJJ yang berkepanjangan dapat diminimalisir.

“PTM terbatas bagi satuan pendidikan di wilayah PPKM level 1-3, diharapkan berlangsung optimal dengan penerapan protokol kesehatan yang ekstra ketat,” ujarnya.

Ada 5 ketentuan yang diatur dalam SKB Empat Menteri terkait penerapan protokol kesehatan. Pertama, kondisi kelas dimana individu dalam satuan pendidikan SMA, SMK, MA, MAK, SMP, MTs, SD, MI, dan program kesetaraan harus memperhatikan jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 18 peserta didik per kelas (sekitar maksimal 50 persen)

Selanjutnya, SDLB, MILB, SMPLB, MTsLB dan SMLB, MALB juga harus memperhatikan jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal lima peserta didik per kelas (sekitar maksimal 62-100 persen). Di PAUD pun harus memperhatikan jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal lima peserta didik per kelas (sekitar maksimal 33 persen).

Kedua, jumlah hari dan jam PTM terbatas dengan pembagian rombongan belajar (shift) yang ditentukan oleh satuan pendidikan dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan.

Ketiga, perilaku wajib di seluruh lingkungan satuan pendidikan yaitu menggunakan masker kain tiga lapis atau masker sekali pakai/masker bedah yang menutupi hidung dan mulut sampai dagu, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer), menjaga jarak minimal 1,5 meter dan tidak melakukan kontak fisik seperti bersalaman dan cium tangan, serta menerapkan etika batuk/bersin.

Keempat, perhatikan kondisi medis warga satuan pendidikan, dimana warga harus dalam kondisi sehat dalam menjalankan PTM terbatas. Jika mengidap penyakit penyerta (komorbid) juga harus dalam kondisi terkontrol. Terutama, tidak memiliki gejala covid-19, termasuk bagi orang yang serumah dengan warga satuan pendidikan.

Kelima, kegiatan yang berpotensi menjadi kerumuman tidak diperbolehkan terjadi di satuan pendidikan. Kegiatan itu, antara lain kantin. Karena itu, siswa disarankan membawa makanan/minuman masing-masing dengan menu gizi seimbang

Kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler, dimana warga satuan pendidikan disarankan tetap melakukan aktivitas fisik di rumah masing-masing; dan kegiatan selain pembelajaran seperti orangtua yang menunggu anaknya, istirahat di luar kelas, pertemuan orang tua-peserta didik, pengenalan lingkungan satuan pendidikan, dan sebagainya.

Untuk memudahkan warga satuan pendidikan, Kemdikbudristek menerbitkan Panduan Pembelajaran PAUDDikdasmen di Masa Pandemi Covid-19. Panduan dapat diunduh di laman https://bersamahadapikorona.kemdikbud.go.id/ringkasan-panduan-penyelenggaraan-pembelajaran-pauddikdasmen-di-masa-pandemi-covid-19/. (Tri Wahyuni)