Sekolah SPK Diterjang Krisis Guru Lokal

0

JAKARTA (Suara Karya): Sekolah bertatus Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK) saat ini sedang menghadapi krisis guru lokal. Hampir sebagian besar lulusan Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) kesulitan dalam memenuhi syarat kecakapan dalam bahasa Inggris.

“Lulusan program studi bahasa Inggris dari LPTK kita, rata-rata hanya meraih level elementary atau A1-A2 saat ikut tes kecakapan berbahasa Inggris,” kata Sekretaris Yayasan Mentari Group Hendro Hassen disela Konferensi Pendidikan bertajuk ‘ASTA Day 2020’ di Jakarta, Sabtu (29/2/20).

Hadir dalam konferensi yang digelar anak perusahaan Mentari Group, Penerbit Asta Ilmu Sukses itu, Chief Marketing Officer (CMO) Mentari Group, Natalina Rimba.

Padahal, lanjut Hendro, salah satu syarat mengajar di sekolah SPK atau sekolah dua bahasa (bilingual) minimal harus meraih level intermediate (B1-B2) atau advance (C1-C2). Ketidakmampuan itu diatasi sekolah lewat program pelatihan bahasa Inggris selama 80 jam di sekolah.

“Ada sekitar 6 ribu sekolah SPK (dulu dikenal dengan sekolah internasional), bilingual, swasta nasional, lembaga kursus dan kampus di Indonesia yang bekerja sama dengan Mentari Group dalam penyediaan buku bahasa Inggris dan Mandarin berkualitas. Kerja sama itu sudah berlangsung lama, sekitar 19 tahun,” lanjutnya.

Merujuk pada pengalaman itu, Mentari Group diajak kerja sama dalam pelatihan guru bahasa Inggris yang akan mengajar di sekolah SPK maupun bilingual. Pelatihan digelar selama 80 jam, hingga kemampuan para guru yang akan direkrut naik hingga level B1-B2.

“Pelatihan bahasa Inggrisnya biasanya kami lakukan di sekolah, selepas guru mengajar. Bisa juga saat sekolah sedang libur atau pada akhir pekan Sabtu-Minggu. Yang penting waktu latihannya selama 80 jam,” tuturnya.

Belajar dari pengalaman itu, Natalina Rimba menambahkan, mulai tahun ini Mentari Group akan membuka pusat pelatihan bahasa Inggris untuk guru bernama Mentari Teacher Academy. Pelatihan itu dibuat terutama untuk guru Indonesia yang ingin mengajar di sekolah SPK atau bilingual.

“Ada aturan dalam penyelenggaraan sekolah SPK yaitu 30 persen gurunya harus orang Indonesia. Sisanya adalah guru dari asing. Ini kesempatan bagi lulusan LPTK yang ingin bersaing masuk ke sekolah SPK atau bilingual. Kemampuan berbahasa Inggrisnya diasah dulu di Mentari Academy,” ujarnya.

Meski sudah ada lembaga pelatihan sendiri, Natalina menambahkan, program pelatihan bahasa Inggris di sekolah tetap berjalan seperti biasa. Karena Mentari memiliki sumber daya manusia (SDM) yang memadai untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Lembaga pelatihan telah diresmikan pada Januari 2020. Kelas perdana akan dimulai pada September 2020.

Ditanya soal ASTA Day, Natalina menjelaskan, konferensi itu digelar untuk menyamakan visi di kalangan guru tentang kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim tentang Merdeka Belajar. “Kebijakan baru bisa berjalan, jika ada perubahan paradigma pendidikan di kalangan siswa dan guru.

Ditambahkan, Mentari Group mengambil inisiatif dalam sosialisasi Merdeka Belajar, karena sistem tersebut mirip dengan konsep Merdeka Belajar dalam buku mata pelajaran Bahasa Inggris, Mandarin, sains maupun matematika yang dibuatnya.

“Pengalaman selama 19 tahun bergerak di sektor pendidikan, Grup Mentari secara konsisten menggaungkan program pembelajaran yang fokus pada kemampuan abad 21, hasil TIMS dan PISA, kerangka kurikulum internasional, dan program pembelajaran yang diselaraskan dengan kurikulum nasional,” kata Natalina menandaskan. (Tri Wahyuni)