Sekretaris LLDIKTI III: PTS Makin Siap dengan Kuliah Tatap Muka

0

JAKARTA (Suara Karya): Persiapan untuk perkulihan tatap muka semakin matang dilakukan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Khusus bagi perguruantinggi swasta atau PTS di bawah naungan Lembag Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III, PTS banyak yang menyatakan siap menyongsong kuliah tatap muka.

Hal itu mengemuka dalam dialog pers dengan pimpinan LLDIKI dalam hal ini Sekretaris LLDIKTi Wilayah III , DR. Yaya Zakaria dan staf di Kantor LLDIKTI Wilayah III di kawasan Cawang, Jakarat Timur, Kamis (23/9).

Karena itu, pihak LLDIKTI Wilayah III telah merampungkan semacam acuan resmi yang bisa menjadi pedoman bagi pelaksanaan kuliah tatap muka. Firmat surat dar LLDIKTI yang bisa diunduh dan diisi formanya, akan diumumkan pada Senin mendatang.

“PTS bisa mengunduh dan mengisi apa saja pertanyaan yang ada dalam surat LLDIKTI. Intinya pertanyaan menyangkut prosedur danmekanisme persiapan kuliah tatap muka, misalnya pakah sudah disetujui Satgas Covid-19 setempat, lalu apakah PTS sudah membentuk tim Satgas Covid-19 secarainternal, itu semua bisa ditunjukkan dengan surat resmi yang diupload ke system,” ujar Yaya Zakaria.

Sebelum mengeluarkan surat pedoman di atas, pihak LLDIKTI juga telah melakukan survey terkait dengan kesiapan PTS untuk kuliah tatap muka. Juga ada bimbingan tehnis atau Bimtek yang masih berlangsung hingga. Ini semua sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan, Kebudayaan,Riset, dan Teknologi pada 13 September lalu.

Dalam Surat Edaran tersebut secara detil diatur bagaimana prosedur dan persiapan untuk pelaksanaan kuliah tatap muka, dan kita sosialisasikan kepada PTS agar mereka juga bersiap dan tetap menjaga priorotas protokol kesehatan.

Dalam kaitan kesiapan PTS untuk kuliah tatap muka, Zakaria menyebut PTS di bawah LLDIKTI III yang terdiri atas 297 kampus dan 1849 program studi, baik dosen maupun mahasiswanya sudah divaksi.

Adapun dosen yang sudah divaksin (bersama amasyarakat) sebanyak 28.251 di 10 sentra vaksinasi. Begitu juga dengan mahasiswa, tercatat 182.852 mahasiswa plus masyarakat, tapi lebih banyak mahasiswa.

“Sentra vaksin tidak hanya untuk dosen dan mahasiswa, tapi ada jug amasyarakat sekitar,” kata Zakaria. (Pramuji)