Selama Pandemi, FKTP Diminta Tetap Jaga Kontak Peserta JKN-KIS

0
Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma’ruf. (Suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengeluarkan kebijakan baru tentang teknis pembayaran Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) bagi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) selama pandemi corona virus disease (covid-19). Kapitasi baru dibayarkan jika target angka kontak itu terpenuhi.

“Kebijakan baru ini diberlakukan guna memastikan FKTP tetap berjalan optimal sesuai fungsinya untuk selalu kontak dengan peserta JKN-KIS selama pandemi covid-19,” kata Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma’ruf dalam siaran pers, Sabtu (19/9/20).

Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 7 Tahun 2019 menyebut, salah satu indikator penilaian kinerja FKTP adalah angka kontak dalam jangkauan 150 per mil. Target angka kontak itu harus terpenuhi, jika FKTP ingin mendapat pembayaran 100 persen.

“Karena saat ini sedang pandemi, maka aturan mainnya harus disesuaikan agar FKTP tetap bisa melaksanakan fungsinya dengan optimal sebagai gatekeeper pelayanan kesehatan. Selain itu peserta JKN-KIS juga tetap memperoleh haknya,” kata Iqbal.

Dalam pelayanan kontak tidak langsung itu, lanjut Iqbal, FKTP dapat mengontak peserta JKN (bisa melalui aplikasi Mobile JKN dan aplikasi Mobile JKN Faskes), serta melalui media komunikasi lainnya yang dimiliki dokter dan peserta seperti SMS, WhatsApp atau Telegram.

Disebutkan, jenis pelayanan kontak tidak langsung meliputi dua hal. Pertama, kontak peserta sehat, yaitu kontak antara FKTP dengan peserta JKN-KIS dalam memberi informasi dan konsultasi mengenai upaya promotif preventif.

“Penyampaian pesan harus dilakukan secara individual, bukan masif atau broadcasting. Komunikasi harus 2 arah. Ini penting untuk memastikan kondisi setiap peserta JKN-KIS yang terdaftar di FKTP tersebut betul-betul terpantau,” ucapnya menegaskan.

FKTP juga diminta untuk mengedukasi peserta mengenai langkah pencegahan covid-19 sebagai dukungan terhadap Gerakan Nasional Disiplin Protokol Kesehatan. Gerakan itu, antara lain membiasakan 3 Disiplin Plus, seperti rajin cuci tangan, memakai masker, menjaga jarak dan menjaga pola hidup sehat.

Kedua, kontak peserta sakit, di mana FKTP menyediakan layanan konsultasi medis terhadap kondisi keluhan peserta JKN-KIS yang terindikasi sakit. Layanan konsultasi medis tanpa tatap muka ini dapat dilakukan melalui Mobile JKN. Dokter juga dapat memanfaatkan fitur dalam Mobile JKN Faskes untuk melayani peserta yang mau konsultasi via chat.

“Lewat layanan kontak tidak langsung ini, kami harap terjadi komunikasi yang lebih intens antara dokter dengan peserta yang terdaftar di FKTP-nya. Biasanya, FKTP memiliki daftar pasien berisiko tinggi, yang masuk sebagai peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), peserta dengan komorbid (penyakit penyerta), peserta lansia,” katanya.

Dengan demikian, lanjut Iqbal, peserta merasa diperhatikan secara khusus. Lewat edukasi yang optimal, diharapkan angka fatalitas covid-19 bisa ditekan semaksimal mungkin.

Dijelaskan, selama pandemi covid-19, angka pelayanan kontak tidak langsung oleh FKTP kepada peserta JKN-KIS terus mengalami peningkatan. Pada Maret 2020, tercatat ada 3.207 kontak tidak langsung. Jumlah itu melonjak tajam menjadi 174.782 kontak pada April, 393.072 kontak pada Mei, 462.339 kontak pada Juni, dan 494.548 kontak pada Juli.

Kebijakan pembayaran KBK pada FKTP selama masa covid-19 berdasarkan perhitungan angka pelayanan kontak tidak langsung itu, akan mulai diberlakukan pada pembayaran kapitasi September 2020.

Menurut Iqbal, pelayanan kontak tidak langsung diharapkan mampu memenuhi kebutuhan peserta JKN-KIS dalam mendapat pelayanan yang mudah dan cepat sekaligus meningkatkan kinerja FKTP.

“Peserta JKN-KIS kini bisa memanfaatkan haknya untuk mendapat layanan kesehatan dari segala aspek, tak hanya kuratif atau pengobatan saja, tetapi juga promotif dan preventif. Lewat layanan kontak tidak langsung, peran FKTP sebagai promotor kesehatan masyarakat juga berjalan lebih efektif dan efisien,” ujar Iqbal menandaskan. (Tri Wahyuni)